IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tengah dibangun di Kalimantan Timur bukan hanya dirancang sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai simbol keragaman dan toleransi beragama di Indonesia. Dalam konteks ini, Nahdlatul Ulama (NU) memegang peran strategis sebagai penggerak spiritual dan sosial yang dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di tengah masyarakat yang beragam.
NU dan Peringatan Satu Abad di IKN
Peringatan satu abad NU yang digelar di IKN menjadi momentum penting bagi organisasi ini untuk menunjukkan komitmen terhadap pembangunan daerah dan persatuan bangsa. Rais Syuriah PWNU Kalimantan Timur, KH. Muhammad Ali Cholil, menjelaskan bahwa pemilihan IKN sebagai lokasi peringatan bertujuan untuk melibatkan umat dalam mendoakan keberhasilan pembangunan ibu kota politik Indonesia. “Kami berharap warga NU yang hadir di IKN turut mendoakan agar target pencapaian Ibu Kota Politik pada 2028 dapat tuntas. Ke depan, kami juga menggagas peringatan Hari Santri di Masjid Negara serta kirab tongkat dan tasbih dari Jakarta ke Nusantara sebagai simbol kepemimpinan yang dilandasi spiritualitas,” ujarnya.
Acara ini menekankan pentingnya doa dan keterlibatan ulama dalam pembangunan, menunjukkan bahwa pembangunan fisik dan penguatan nilai spiritual tidak bisa dipisahkan. NU diharapkan menjadi penggerak utama dalam membentuk budaya toleransi dan kerjasama antarumat beragama di lingkungan IKN.
Masjid Negara sebagai Pusat Toleransi
Dalam kompleks IKN, pembangunan Masjid Negara ditempatkan berdampingan dengan tempat ibadah dari agama lain, seperti klenteng, basilika, dan pura. Langkah ini bukan sekadar simbolik, tetapi juga merupakan upaya nyata untuk memelihara harmoni antarumat beragama di Nusantara. Basuki, salah seorang tokoh pembangunan IKN, menyatakan, “Kami membangun masjid negara di dalam satu kompleks peribadatan yang di dalamnya ada klenteng, basilika, pura untuk memelihara toleransi di Nusantara.”
Keberadaan masjid dalam konteks lintas agama ini menegaskan bahwa nilai-nilai toleransi dapat diterapkan melalui interaksi sosial yang harmonis, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang dapat saling menghormati dan bekerja sama.







