IKNPOS.ID – Ketua Dewan Penasehat Badan Pengurus Cabang Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur (Kaltim), Balfas Syam, menyatakan keterlibatan peran tokoh adat dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) perlu terus ditingkatkan.
Dalam forum diskusi panel bertema “IKN Sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia: Format dan Peran Strategis Kaltim Sebagai Daerah Mitra IKN” yang digelar pekan lalu, Balfas menyoroti proses komunikasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Menurutnya, sejauh ini Otorita IKN (OIKN) memang telah melibatkan sejumlah tokoh adat, namun interaksi yang terjalin masih bersifat terbatas dan belum berlangsung secara intensif.
Ia bahkan mengaku belum pernah secara langsung mengunjungi wilayah yang direncanakan sebagai pusat pemerintahan nasional tersebut. Menurutnya, proyek besar seperti pembangunan IKN membutuhkan kehati-hatian tinggi, sehingga hubungan yang solid antara pemerintah dan masyarakat adat setempat menjadi hal yang sangat penting.
“Tokoh adat sudah dilibatkan, tetapi memang masih dalam tahapan awal. IKN juga tentu sangat berhati-hati, karena kalau sampai kurang kompak antara adat dan IKN, dampaknya bisa tidak menggembirakan,” jelas Balfas, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Balfas menekankan pentingnya membangun pemahaman bersama. Pemerintah diharapkan mampu menghormati serta menjaga nilai-nilai adat yang hidup di masyarakat, sementara komunitas adat juga perlu memahami proses, tahapan, dan keterbatasan dalam proyek pembangunan nasional berskala besar seperti IKN.
Ia menilai kehadiran IKN membawa potensi dan kesempatan besar bagi masyarakat Kalimantan Timur untuk terlibat langsung dalam pembangunan bangsa ke depan.
“Pada akhirnya kita akan bersama-sama membangun negeri ini. Keberadaan IKN merupakan keberuntungan bagi masyarakat Kalimantan Timur, termasuk masyarakat adat,” kata Balfas.
Atas dasar itu, KKSS Kaltim menyatakan sikap terbuka dan memberikan dukungan terhadap pembangunan IKN. Balfas berharap partisipasi tidak hanya datang dari tokoh adat, tetapi juga dari seluruh elemen masyarakat lintas etnis dan budaya agar dapat berperan aktif sesuai kapasitas masing-masing.







