IKNPOS.ID – Bencana hidrometeorologi kembali menghantam Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Hujan deras yang dibarengi angin kencang pada Minggu meluluhlantakkan puluhan rumah warga, fasilitas pendidikan, hingga tempat ibadah di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengungkapkan bahwa skala kerusakan kali ini cukup luas, mencakup puluhan titik di berbagai kecamatan.
“Berdasarkan hasil pendataan sementara tim yang kami terjunkan ke lapangan, musibah ini terjadi di 22 desa di tujuh kecamatan,” kata Akhmad Dhofir Rosidi di Pamekasan, Minggu malam.
Dampak amukan angin ini tidak hanya menyasar hunian warga. Sejumlah fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan serius. Selain itu, jaringan listrik terputus dan banyak pohon besar tumbang yang mengakibatkan akses lalu lintas warga lumpuh total.
Rosidi merinci wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Bugih dan Kelurahan Kowel, Desa Sumedangan, Desa Jarin, Desa Sentol, Desa Lemper, Desa Pandan, hingga Desa Konang di Kecamatan Galis. Kerusakan juga meluas ke Kelurahan Lawangan Daya, Desa Duko Timur, Desa Teja, Desa Branta Pesisir, Desa Plakpak, Desa Blumbungan, Dusun Betes Desa Samiran, serta Desa Tentenan Timur.
Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan masih berjibaku melakukan proses evakuasi dan pembersihan. “Hingga malam ini, kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi-lokasi terdampak, termasuk pembersihan pohon tumbang yang mengganggu akses jalan dan permukiman warga,” kata Rosidi.
BPBD Pamekasan mengimbau masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Angin kencang dan hujan lebat diprediksi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Peristiwa ini tercatat sebagai bencana angin kencang kedua yang melanda Pamekasan sejak awal tahun 2026. Sebelumnya, pada awal Januari lalu, sebanyak 14 bangunan di Kecamatan Pademawu, Galis, dan Pamekasan juga dilaporkan rusak akibat musibah serupa. *