IKNPOS.ID – Komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian alam Nusantara kembali ditegaskan melalui aksi nyata.
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar Gerakan ASRI (Aksi Bersih dan Ramah Lingkungan) sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap 21 Februari.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga negara, sektor swasta, aparat, hingga masyarakat, sebagai wujud kolaborasi menjaga kawasan wisata alam di wilayah deliniasi IKN agar tetap lestari dan nyaman dikunjungi.
Aksi pengumpulan sampah ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik tentang konsep wisata bertanggung jawab.
Kawasan wisata alam yang bersih dinilai sebagai fondasi penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara.
Selain memberi dampak ekologis langsung berupa pengurangan sampah, kegiatan ini juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung visi IKN sebagai kota masa depan yang berwawasan lingkungan.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan gerakan ini membawa pesan lebih dalam dari sekadar bersih-bersih kawasan wisata.
“Hari ini kita tidak hanya mengenal potensi wisata alam, tetapi juga belajar berwisata secara bertanggung jawab. Aksi ini selaras dengan instruksi Presiden melalui Gerakan ASRI dan bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. Saatnya kita naik kelas, berwisata dengan peduli lingkungan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pembangunan pariwisata di IKN harus sejalan dengan perlindungan lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat.
Tiga Destinasi Alam Jadi Lokasi Aksi Bersih
Gerakan ASRI dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi wisata alam unggulan di wilayah IKN, yakni:
- Gunung Parung
- Air Terjun Tembinus
- Batu Dinding
Ketiga kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata dan terus dikembangkan.
Karena itu, kebersihan serta kelestarian lingkungan menjadi faktor utama agar pengembangan wisata tidak merusak ekosistem alami.







