IKNPOS.ID – Masa depan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak lagi hanya bicara soal beton dan aspal, melainkan tentang kualitas otak dan karakter manusianya.
Menjawab Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Otorita IKN secara resmi meluncurkan akselerasi pendidikan dasar yang ambisius.
Lewat kerja sama strategis dengan Tanoto Foundation, ekosistem pendidikan di jantung Nusantara kini tengah dirombak total hingga tahun 2027.
Fokus utama kolaborasi ini adalah menyentuh akar rumput di Kecamatan Sepaku. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 20 lembaga pendidikan yang terdiri dari 10 Sekolah Dasar (SD) dan 10 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi laboratorium transformasi kualitas pendidikan.
Langkah ini bukan sekadar pelatihan formalitas. Program ini mencakup penguatan manajemen sekolah, kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, hingga peningkatan kapasitas pedagogi guru agar mampu bersaing di level internasional.
“Ini bukan hanya soal guru mengajar di kelas, tapi bagaimana kita menjadikan orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak-anak melalui inovasi Duta Orang Tua Sahabat Anak (OTSAB).” — Alimuddin, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN.
Guru Hebat, Orang Tua Terlibat
Salah satu poin paling krusial dalam program periode 2025–2027 ini adalah pendekatan Whole School Development. Artinya, perubahan dilakukan secara menyeluruh dan simultan.
- Peningkatan Kapasitas: Guru dilatih teknik mengajar modern yang interaktif.
- Literasi Masif: Distribusi 1.260 buku bacaan berkualitas telah dilakukan untuk memantik minat baca sejak dini.
- Pendampingan Berkelanjutan: Pihak sekolah didampingi secara intensif untuk memastikan Rapor Pendidikan IKN melonjak tajam pada 2027 mendatang.
Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation, Roselina Ping Juan, menegaskan bahwa komitmen ini adalah investasi jangka panjang.
Dengan mendampingi seluruh elemen sekolah, diharapkan terjadi perubahan budaya belajar yang lebih progresif di kawasan Nusantara.
Program ini sebenarnya telah memulai fondasinya sejak tahun lalu dengan lebih dari 20 aktivitas penguatan yang sukses dilaksanakan.







