IKNPOS.ID – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan nilai ekspor mencapai USD21,09 miliar sepanjang 2025 lalu. Komoditas ekspor provinsi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) ini didominasi komoditas nonmigas.
Angka ini menggambarkan tingginya produksi dan adanya penerimaan devisa dari luar negeri yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional.
“Selama Januari – Desember 2025, ekspor dari 10 golongan barang yang memberikan kontribusi besar hingga mencapai 99,33 persen terhadap total ekspor nonmigas Kaltim,” kata Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim, Vivi Azwar, Kamis, 5 Februari 2026, dikutip Antara.
Ia menjelaskan, selama 2025, China menjadi negara tujuan ekspor utama yang memiliki peranan terbesar dengan nilai ekspor 6,63 miliar dolar AS dengan kontribusi 34,85 persen, diikuti India dengan nilai 3,03 miliar dolar AS (15,91 persen), dan ke Filipina senilai 1,55 miliar dolar AS (8,15 persen).
Pada periode Januari – Desember 2025, komoditas hasil tambang terutama batu bara tetap menjadi andalan ekspor oleh Provinsi Kaltim dengan peranan sebesar 69,51 persen.
“Diikuti ekspor hasil industri berada pada posisi kedua dengan peranan sebesar 20,66 persen, dan nilai ekspor migas pada posisi ketiga dengan peranan sebesar 9,72 persen,” kata Vivi.
Sepuluh Komoditas Nonmigas Andalan Kaltim
Tercatat, 10 golong barang nonmigas tersebut antara lain bahan bakar mineral yang mencapai 14,66 miliar dolar AS dengan kontribusi sebesar 77 persen terhadap totol ekspor nonmigas.
Namun nilai ekspor sebesar ini mengalami penurunan 18,79 persen ketimbang ekspor nonmigas pada 2024 yang sebesar 18,05 miliar dolar AS.
Kedua adalah ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati dengan nilai 2,63 miliar dolar AS, memberi kontribusi 13,82 persen terhadap total ekspor Kaltim. Namun nilai ini turun 1,29 persen ketimbang tahun 2024 yang sebesar 2,66 miliar dolar AS.
Ketiga adalah ekspor pupuk dengan nilai 615,1 juta dolar AS dengan kontribusi 3,23 persen terhadap total ekspor nonmigas sepanjang 2025, terjadi kenaikan 65,08 persen ketimbang tahun sebelumnya yang tercatat 372,6 juta dolar AS.