IKNPOS.ID – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, menyatakan Tehran membuka peluang untuk segera mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Selasa 24 Februari 2026, menjelang putaran baru perundingan kedua negara yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa.
Ia menegaskan kesiapan Iran untuk bergerak cepat dalam proses diplomasi tersebut. Menurutnya, pemerintah Iran bersedia melakukan langkah-langkah yang diperlukan demi terwujudnya kesepakatan.
Iran akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk mewujudkannya, kata Takht-Ravanchi, anggota tim negosiasi Iran, dalam sebuah wawancara dengan stasiun penyiaran AS, NPR.
Takht-Ravanchi menyebut delegasi Iran akan hadir di meja perundingan di Jenewa dengan komitmen penuh terhadap proses diplomasi. Ia berharap pendekatan yang sama juga ditunjukkan oleh pihak Amerika Serikat.
“Jika ada kemauan politik dari semua pihak, saya percaya kesepakatan dapat dicapai dengan sangat cepat,” katanya.
Diplomat senior yang pernah menjabat sebagai duta besar Iran untuk PBB itu juga merupakan bagian dari tim yang merundingkan kesepakatan nuklir penting pada 2015. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal dalam melanjutkan dialog yang kini kembali digelar.
Sejak bulan lalu, Iran dan AS telah menjalani dua putaran negosiasi nuklir tidak langsung dengan mediasi Oman. Upaya ini muncul setelah sejumlah negara kawasan, terutama Turki, mendorong kembali jalur diplomasi yang sempat terhenti menyusul serangan Israel yang didukung AS pada Juni lalu.
Dalam putaran terakhir di Jenewa, kedua belah pihak sama-sama menyampaikan nada optimistis. Mereka menyebut telah menyepakati “prinsip-prinsip panduan” yang dinilai dapat menjadi fondasi menuju kesepakatan baru.
Takht-Ravanchi mengatakan pembicaraan tidak langsung dengan Amerika akan dilanjutkan di Jenewa dengan pola yang sama seperti yang diterapkan dalam pertemuan sebelumnya di Muscat dan Jenewa.
Terkait kemungkinan perluasan materi pembahasan di luar isu nuklir, ia menegaskan fokus negosiasi tetap pada persoalan nuklir. Menurutnya, ruang lingkup tersebut telah disepakati bersama oleh seluruh pihak yang terlibat.







