Program Dai 3T Diperkuat di Sepaku
Tak hanya fokus pada pusat kawasan, Otorita IKN juga memperkuat syiar keagamaan di wilayah penyangga, khususnya Kecamatan Sepaku.
Program Dai 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dari Kementerian Agama akan diperluas jangkauannya guna memastikan pembinaan keagamaan merata.
Program ini mencakup:
-
Pengiriman dai ke wilayah terpencil
-
Pembinaan masyarakat muslim
-
Penguatan literasi keagamaan
-
Pendampingan kegiatan ibadah
Dengan demikian, pembangunan IKN tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga spiritual dan sosial masyarakat.
Fasilitas Masjid Siap 100 Persen
Alimudin memastikan seluruh fasilitas Masjid IKN telah rampung dan siap digunakan sepenuhnya.
Fasilitas yang disiapkan meliputi:
-
Ruang salat utama berkapasitas besar
-
Area wudu modern
-
Sistem tata suara nasional
-
Ruang kajian dan pendidikan
-
Area kegiatan sosial keagamaan
Dengan kesiapan 100 persen, masjid ini diproyeksikan menjadi pusat ibadah sekaligus aktivitas sosial masyarakat di ibu kota baru.
Simbol Identitas Keagamaan Ibu Kota Baru
Penetapan Masjid IKN sebagai Masjid Negara memiliki makna strategis. Bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol identitas keagamaan nasional di pusat pemerintahan baru Indonesia.
Ramadan 2026 pun menjadi tonggak sejarah awal penguatan fungsi tersebut — menandai bahwa IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat administrasi negara, tetapi juga pusat peradaban, budaya, dan spiritualitas.
Ke depan, Masjid Negara IKN diharapkan menjadi rujukan kegiatan keagamaan nasional, sebagaimana peran yang selama ini dijalankan Masjid Istiqlal di Jakarta.