IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan status Masjid IKN saat ini tengah diproses untuk ditetapkan sebagai Masjid Negara.
Penetapan tersebut akan dilakukan melalui Keputusan Presiden setelah adanya usulan resmi dari Kementerian Agama.
Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimudin, menjelaskan bahwa proses administratif masih berjalan dan kini tinggal menunggu keputusan final pemerintah pusat.
Menurutnya, perubahan status ini bukan sekadar simbolik, tetapi juga akan berdampak pada tata kelola, standar ibadah, hingga manajemen keagamaan di kawasan ibu kota baru Indonesia.
Tata Kelola Ikuti Standar Masjid Negara
Alimudin menegaskan, apabila status Masjid Negara resmi disematkan, maka seluruh sistem pengelolaan akan mengacu pada standar Masjid Istiqlal di Jakarta.
Mulai dari teknis pelaksanaan ibadah, pengelolaan kegiatan keagamaan, hingga penunjukan imam akan mengikuti pola yang sudah diterapkan di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Bahkan, untuk pelaksanaan ibadah harian hingga ibadah besar, imam yang bertugas akan didatangkan langsung dari Istiqlal.
Salah satu imam yang telah ditugaskan adalah Martomo Malaing yang akan memimpin salat lima waktu, Tarawih, hingga Salat Idulfitri di Masjid IKN.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kualitas pelayanan ibadah di Masjid Negara IKN memiliki standar nasional sejak awal beroperasi.
Ramadan 2026, Momentum Perdana Masjid IKN
Ramadan 2026 menjadi momen penting bagi operasional Masjid IKN. Pada pelaksanaan Tarawih perdana, Rabu (18/2) malam, ribuan jemaah dilaporkan memadati area masjid.
Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat, pekerja, hingga aparatur yang kini mulai beraktivitas di kawasan IKN untuk beribadah di masjid kebanggaan ibu kota baru.
Selain salat berjemaah, rangkaian kegiatan Ramadan juga telah disiapkan, mulai dari ceramah, kajian, hingga program sosial keagamaan.
Kuliah Tujuh Menit (Kultum) selama Ramadan diisi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur, Abdul Kholiq, bersama para dai lokal terpilih.
Kehadiran penceramah dari berbagai latar belakang diharapkan mampu memperkaya suasana spiritual di kawasan IKN yang sedang berkembang.







