Kendala Tinggal Furnitur, Solusi Dikebut
Meski bangunan fisik telah rampung, operasional penuh Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden masih menunggu satu variabel penting: furnitur.
Pengadaan furnitur berada di bawah kewenangan Sekretariat Negara (Setneg). Basuki menjelaskan, jika harus melalui proses lelang baru, pengadaan furnitur bisa memakan waktu sekitar 45 hari.
“Kalau mau segera berkantor di sini, tergantung furniturnya. Kalau belum siap, harus ada pengadaan lewat lelang,” ujarnya.
Sebagai solusi sementara, tim teknis Setneg kini melakukan survei untuk memanfaatkan furnitur yang sudah tersedia di kantor-kantor Kemenko. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemindahan aktivitas pemerintahan, terutama setelah Lebaran.
Masjid Negara IKN Siap Digunakan Ramadan
Tak hanya urusan pemerintahan, IKN juga bersiap menyambut momentum spiritual. Masjid Negara IKN diproyeksikan sudah bisa digunakan pada bulan Ramadan 2026.
Basuki mengungkapkan adanya harapan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar agar salat Idul Fitri pertama di IKN dapat dilaksanakan di masjid tersebut.
“Saya kira kalau Tarawih sudah bisa, berarti salat Id juga bisa digunakan,” ujar Basuki optimistis.
Jika terealisasi, momen ini akan menjadi sejarah baru, menandai kehidupan sosial dan keagamaan mulai berdenyut di ibu kota baru.
Batch 1 Tuntas, Fokus Beralih ke Batch 2
Secara keseluruhan, pembangunan IKN Batch 1 telah mencapai 100 persen, mencakup jalan akses, kawasan inti pusat pemerintahan, hingga sumbu kebangsaan.
Kini, fokus pembangunan beralih ke Batch 2, yang mencakup proyek-proyek strategis lanjutan seperti kompleks legislatif dan yudikatif.
Basuki menegaskan optimismenya bahwa seluruh target dapat tercapai sesuai rencana.
“Harus optimistis tuntas 2028. Secara umum pembangunan IKN berjalan baik. Jalan akses dan sumbu kebangsaan sudah selesai 100 persen. Sekarang kita masuk ke Batch 2 untuk melengkapi hunian dan perkantoran lainnya,” pungkasnya.






