Home News Mengenal Konsep Huma Betang Umai yang Diusung Istana Wapres di IKN
News

Mengenal Konsep Huma Betang Umai yang Diusung Istana Wapres di IKN

Share
Istana Wakil Presiden, Image: William Dennis / YouTube
Share

Penerapan Konsep dalam Arsitektur Istana Wapres

Penerjemahan Huma Betang Umai ke dalam desain Istana Wakil Presiden dilakukan melalui pendekatan arsitektur rumah panggung dan rumah panjang, yang merupakan ciri khas permukiman tradisional Kalimantan. Bentuk bangunan diangkat dari tanah, mengikuti karakter lingkungan setempat sekaligus menyesuaikan dengan kondisi alam.

Lahan Istana Wakil Presiden yang mencapai lebih dari 148 ribu meter persegi dirancang untuk menciptakan ruang yang terbuka, lapang, dan terhubung dengan alam sekitarnya. Tata letak bangunan tidak menutup diri, melainkan mengalir dan menyatu dengan lanskap, sejalan dengan filosofi huma betang yang mengedepankan keterbukaan dan kebersamaan.

Konsep ini juga diterjemahkan ke dalam fungsi ruang, di mana Istana tidak hanya diposisikan sebagai simbol kekuasaan, tetapi sebagai tempat kerja dan ruang representasi negara yang manusiawi. Skala bangunan, sirkulasi, serta pembagian area dirancang untuk menghadirkan kenyamanan dan rasa aman, bukan jarak yang kaku antara penguasa dan rakyat.

Nilai Lingkungan dan Kenyamanan Pengguna

Selain aspek budaya, Istana Wakil Presiden di IKN juga dirancang dengan perhatian terhadap lingkungan dan kenyamanan. Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa bangunan ini mengusung konsep hemat energi dan tidak konsumtif. Prinsip tersebut diwujudkan melalui penggunaan pendingin hibrida yang memaksimalkan sirkulasi udara silang, sehingga mengurangi ketergantungan pada pendingin udara buatan.

Orientasi bangunan mengikuti arah matahari dari barat ke timur untuk meminimalkan pemanasan berlebih. Pendekatan ini mencerminkan cara masyarakat tradisional Kalimantan membangun rumah dengan memperhatikan alam sekitar, sebuah praktik yang kini diadaptasi dalam bangunan pemerintahan modern.

Dengan pendekatan tersebut, Istana Wakil Presiden tidak hanya menjadi ikon visual IKN, tetapi juga mencerminkan upaya menghadirkan bangunan yang selaras dengan iklim tropis dan lingkungan hutan Kalimantan.

Simbol Identitas dalam Pembangunan Ibu Kota Baru

Pemilihan konsep Huma Betang Umai menegaskan arah pembangunan IKN yang berupaya menjadikan budaya lokal sebagai bagian integral dari wajah negara. Istana Wakil Presiden dihadirkan bukan sebagai bangunan yang terlepas dari konteks geografis dan sosialnya, melainkan sebagai simbol bahwa negara menghormati dan mengangkat identitas daerah tempat ibu kota berdiri.

Pendekatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan nasional tidak selalu harus berangkat dari simbol-simbol lama, tetapi dapat tumbuh dari nilai-nilai lokal yang telah teruji oleh waktu. Dalam konteks ini, Istana Wakil Presiden menjadi ruang narasi tentang Indonesia yang beragam, di mana budaya lokal mendapatkan tempat terhormat dalam simbol kenegaraan.

Share
Related Articles
News

Jelajah IKN tanpa Kendaraan Pribadi, Shuttle Listrik Jadi Andalan

fin.co.id - Libur panjang selalu identik dengan kemacetan dan padatnya kendaraan pribadi....

News

Apa Itu Hilal, Fenomena Bulan Sabit yang Menentukan Awal Kalender Hijriah

IKNPOS.ID - Fenomena hilal selalu menjadi momen yang dinanti, terutama menjelang datangnya...

News

Prabowo Sindir Gubernur Kaltim yang Beli Mobil Dinas Rp 8 M: Presiden Saja Pakai Maung Rp700 Juta

IKNPOS.ID - Di tengah upaya besar pemerintah untuk menekan pengeluaran negara, Presiden...

News

Polres Penajam Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Shalat Id di Masjid Negara IKN

IKNPOS.ID - Polres Penajam Paser Utara menyiapkan langkah antisipasi guna mengurai potensi...