IKNPOS.ID – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan kalangan akademisi.
Untuk itu, program Studi magister (S2) Kajian Budaya Universitas Mulawarman dirancang untuk merespons dinamika kebudayaan lokal, khususnya dalam konteks pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penegasan itu disampaikan Dekan FIB Unmul, Prof. M. Bahri Arifin. Menurutnya, kehadiran IKN akan membawa implikasi besar terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat Kalimantan Timur.
Kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki wawasan dan pemahaman budaya yang kuat dinilai menjadi hal krusial dalam mendukung pembangunan IKN.
“Di situlah letak relevansi utama kajian budaya ini, yakni menyiapkan tenaga yang handal untuk mendukung IKN,” ujar Prof. Bahri, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia mengungkapkan bahwa program magister (S2) Kajian Budaya Universitas Mulawarman (Unmul) dirancang dengan keunggulan pada pengkajian budaya lokal. Beragam karakter budaya, mulai dari budaya keraton, pesisir, hingga pedalaman, menjadi perhatian utama dalam sejumlah mata kuliah yang ditawarkan.
Di sisi lain, mahasiswa juga diperkenalkan pada sudut pandang budaya global agar mampu mengangkat dan mempromosikan kekayaan budaya daerah ke level nasional maupun internasional. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkokoh jati diri budaya lokal.
Prof. Bahri turut menyoroti rencana pengembangan Pusat Kebudayaan Nusantara di kawasan IKN. Area seluas sekitar 33 hektare itu diperkirakan akan membutuhkan keterlibatan banyak praktisi serta akademisi di bidang kebudayaan.
“Kawasan budaya itu akan memerlukan dukungan sumber daya manusia yang besar,” katanya.
Melalui penyelenggaraan program S2 Kajian Budaya, Unmul berupaya mengambil posisi strategis dalam menyiapkan tenaga profesional di sektor kebudayaan. Program ini sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat lokal untuk berperan aktif dalam pembangunan bidang budaya.







