Wamenag menegaskan bahwa konsep pembangunan IKN mengedepankan inklusivitas dan toleransi.
“Fasilitas ibadah bagi umat Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu juga direncanakan pada tahap berikutnya. IKN adalah miniatur Indonesia, di mana toleransi menjadi napas utamanya,” tegasnya.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan, dilakukan penanaman pohon secara simbolis di kawasan Plaza Bhinneka Tunggal Ika—sebuah pesan kuat bahwa IKN dibangun bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga ruang hidup bersama dalam semangat persatuan.
Dengan kesiapan Masjid Negara IKN dan dukungan penuh pemerintah, Ramadan 1447 H di ibu kota baru ini dipastikan akan menjadi momen bersejarah yang memperkuat identitas spiritual dan kebangsaan Indonesia.







