IKNPOS.ID – Banyak orang mengalami situasi di mana gaji baru saja masuk, tetapi beberapa hari kemudian saldo rekening sudah menipis. Fenomena ini tidak hanya soal penghasilan yang kecil, tetapi juga terkait pola pengelolaan keuangan yang kurang terstruktur. Menurut survei yang dilakukan oleh National Endowment for Financial Education, hampir 60% pekerja merasa kesulitan mengatur pengeluaran bulanan, terutama di minggu-minggu awal setelah menerima gaji.
Kenali Pola Pengeluaran Anda
Langkah pertama untuk mengatasi gaji cepat habis adalah memahami ke mana uang Anda pergi. Catat semua pengeluaran selama satu bulan penuh, dari kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, hingga hiburan atau belanja impulsif. Pola ini akan membantu Anda melihat pos pengeluaran mana yang bisa dikurangi.
Bukti modern menunjukkan bahwa orang cenderung lebih boros ketika pembayaran dilakukan secara digital, dibandingkan tunai. Sebuah studi dari Journal of Consumer Research menemukan bahwa transaksi non-tunai membuat orang merasa “tidak kehilangan uang” secara langsung, sehingga lebih mudah untuk mengeluarkan lebih banyak dari anggaran.
Buat Anggaran Mingguan
Daripada menunggu akhir bulan, cobalah membagi gaji menjadi anggaran mingguan. Misalnya, jika gaji bulanan 5 juta rupiah, alokasikan 1,25 juta untuk setiap minggu. Cara ini membantu Anda mengontrol pengeluaran harian tanpa harus menunggu hingga akhir bulan untuk mengevaluasi keuangan.
Metode ini didukung oleh prinsip psikologi perilaku yang dikenal sebagai “mental accounting”, di mana orang lebih efektif dalam mengelola uang ketika dibagi dalam kategori atau periode tertentu. Dengan membagi gaji menjadi mingguan, Anda menciptakan batasan mental yang memudahkan pengendalian diri.
Prioritaskan Kebutuhan Penting
Setelah membuat anggaran, pisahkan antara kebutuhan pokok dan keinginan. Kebutuhan pokok meliputi makanan, transportasi, tagihan listrik, air, dan cicilan. Sementara hiburan, belanja fashion, atau nongkrong bersama teman termasuk dalam kategori keinginan. Fokuslah pada kebutuhan pokok terlebih dahulu, sehingga meski gaji habis lebih cepat, kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Sains perilaku menunjukkan bahwa membedakan antara kebutuhan dan keinginan secara jelas dapat mengurangi pengeluaran impulsif. Orang yang menuliskan kategori pengeluaran mereka cenderung menghabiskan hingga 20% lebih sedikit dibandingkan yang tidak mencatat.







