“Selama ini kami mengolah kopi berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Dari pelatihan ini, saya jadi paham tahapan pascapanen yang benar dan bagaimana menjaga kualitas supaya rasa kopinya konsisten. Ini membuka peluang bagi kami untuk menjual kopi dengan harga yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN berharap dapat membangun ekosistem pertanian kopi yang lebih profesional dan berkelanjutan di wilayah penyangga IKN.
Peningkatan kapasitas petani diharapkan mampu memperkuat kualitas produk lokal, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen pembangunan IKN yang inklusif dan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal.







