IKNPOS.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), terus mendorong peningkatan hasil pertanian, khususnya komoditas padi, melalui pemanfaatan teknologi dan alat pertanian modern.
Upaya tersebut diwujudkan dengan penyaluran berbagai mesin pertanian, mulai dari alat pengolah lahan, drone penyemprot, hingga mesin panen padi.
Program modernisasi pertanian ini telah dijalankan sejak tahun lalu, baik melalui inisiatif langsung pemerintah daerah maupun lewat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian serta sejumlah mitra, termasuk Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur.
“Modernisasi pertanian menjadi penting untuk menjamin efisiensi kerja, sehingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diberikan juga diikuti dengan pelatihan pemanfaatan alat oleh dinas pertanian,” kata Bupati Kukar, Aulia Raham Basri, Senin, 9 Februari 2026, dikutip Antara.
Sejumlah alat dan mesin pertanian telah disalurkan kepada kelompok tani sejak tahun sebelumnya, antara lain drone pertanian, rotary tiller, rotavator, serta combine harvester untuk mendukung proses panen.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga tren peningkatan produksi padi di Kukar. Dalam beberapa tahun terakhir, daerah ini tercatat sebagai penghasil padi terbesar di Kalimantan Timur. Pada 2023, produksi padi Kukar mencapai 115,10 ribu ton gabah kering giling (GKG) dan meningkat menjadi 122,94 ribu ton GKG pada 2024.
Secara keseluruhan, produksi padi Kalimantan Timur pada 2025 tercatat sebesar 270,87 ribu ton GKG. Angka tersebut naik 21,23 ribu ton atau sekitar 8,5 persen dibandingkan capaian 2024 yang berada di level 249,64 ribu ton GKG.
Dari total produksi tersebut, tiga daerah tercatat sebagai penyumbang terbesar, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kabupaten Kukar menjadi kontributor utama dengan produksi mencapai 110,87 ton GKG pada 2025, meningkat dari 106,55 ton GKG pada tahun sebelumnya. Kabupaten Paser berada di posisi berikutnya dengan sumbangan 67,65 ton GKG, naik dari 52,89 ton GKG pada 2024.