Strategi Rehabilitasi: Tanam Pohon Dua Pekan Sekali
Untuk mengejar target 64–65 persen kawasan lindung, Otorita IKN menjalankan berbagai program strategis.
Salah satunya adalah program penanaman pohon rutin setiap dua pekan yang melibatkan pegawai Otorita IKN. Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga dilakukan dengan perusahaan swasta dan masyarakat sekitar.
Konsep yang diusung bukan sekadar penghijauan biasa. Otorita IKN menekankan pembangunan kembali hutan hujan tropis khas Kalimantan, bukan hutan homogen dengan satu jenis tanaman.
Komposisi tanaman akan diatur agar menyerupai ekosistem alami, termasuk dengan penanaman spesies endemik Kalimantan.
Persemaian Mentawir Produksi 15 Juta Bibit per Tahun
Upaya rehabilitasi didukung oleh keberadaan Persemaian Modern (Nursery Center) Mentawir di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Fasilitas ini mampu memproduksi hingga 15 juta bibit per tahun. Dengan estimasi penanaman rata-rata 650 pohon per hektare, rehabilitasi lahan kritis bisa mencapai sekitar 23.000 hektare per tahun.
Angka ini menunjukkan bahwa secara teknis, target kawasan lindung bukan sesuatu yang mustahil dicapai, meski tetap membutuhkan konsistensi dan pengawasan ketat.
Perlindungan Satwa dan Koridor Hijau
Tak hanya fokus pada vegetasi, IKN juga memberi perhatian pada perlindungan satwa liar. Edgar Diponegoro menegaskan bahwa pembangunan ibu kota baru tetap memberikan ruang terhadap keliaran satwa endemik Kalimantan.
Salah satu bukti nyata adalah pembangunan jembatan koridor satwa di atas jalan tol. Infrastruktur ini dirancang agar hewan liar tetap dapat bermigrasi tanpa terganggu aktivitas manusia.
Model pembangunan ini diharapkan menjadi contoh bahwa pembangunan modern dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem.







