Sebanyak 150 pelaku UMKM lokal dirangkul dalam kegiatan ini. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Samarinda, Muslimin, menyebut program ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan.
“Kami sengaja melibatkan 150 UMKM pilihan untuk memberi banyak opsi bagi warga sekaligus menjadikan ini sebagai daya tarik wisata yang mempercepat perputaran ekonomi,” jelasnya.
Beragam produk unggulan tersedia, mulai dari aneka takjil khas Nusantara, hidangan manis berbuka puasa, hingga busana Muslim berkualitas.
Ditata Rapi, Nyaman, dan Instagramable
Penataan kawasan dilakukan secara profesional dengan tenda berstandar seragam agar tercipta suasana pasar yang rapi, bersih, dan nyaman. Ornamen lampu bernuansa Islami mempercantik lokasi, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Setiap sore, ribuan warga berburu menu berbuka bersama keluarga. Suasana semakin semarak dengan pertunjukan musik religi yang digelar menjelang waktu magrib.
Pemerintah juga memastikan fasilitas pendukung tersedia optimal, mulai dari area parkir memadai, titik pembuangan sampah terpadu, hingga pengawasan kebersihan makanan secara berkala oleh petugas dinas terkait.
Muslimin berharap, Wisata Belanja Ramadan tidak hanya menjadi ajang belanja musiman, tetapi benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan pedagang kecil dan memperkuat ekonomi lokal.
Kolaborasi Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi Ramadan
Baik Kampung Ramadhan Temindung maupun Wisata Belanja Ramadan menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Ramadan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat ekonomi kreatif, memperluas promosi produk lokal, serta membangun optimisme masyarakat melalui kegiatan yang inklusif dan berkelanjutan.







