IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) mendorong Kampung Ramadhan Temindung sebagai model sukses penyelenggaraan event berbasis komunitas yang mampu menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Tepian.
Berlokasi di kawasan eks Bandara Temindung, kegiatan ini dinilai berhasil membuktikan bahwa kolaborasi dan kreativitas mampu menggerakkan ekonomi, bahkan di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebut Kampung Ramadhan sebagai contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas.
“Ini sinergi perdana antara pemerintah dan komunitas yang dipimpin Pak Agung. Di tengah efisiensi anggaran, inovasi harus tetap berjalan agar ekonomi kreatif terus tumbuh,” ujarnya.
Dukungan Fasilitas, Bukan Sekadar Anggaran
Meski dukungan dana langsung dari Pemprov Kaltim relatif terbatas, sekitar Rp5 juta, pemerintah tetap memberikan fasilitasi maksimal melalui penyediaan sarana di Creative Hub Temindung, seperti tenda dan perlengkapan pendukung lainnya.
Sebagian besar pembiayaan kegiatan berasal dari swadaya komunitas dan sponsor. Model pembiayaan kolaboratif ini justru memperkuat rasa memiliki dari para pelaku usaha dan komunitas yang terlibat.
Sebanyak 60 tenda bazar didominasi pelaku UMKM kuliner lokal. Tak hanya menjadi pusat berburu takjil, Kampung Ramadhan juga menjadi panggung promosi jenama produk lokal sekaligus ruang perputaran ekonomi masyarakat.
Antusiasme warga pun tinggi. Ribuan pengunjung memadati area setiap sore hingga malam hari, menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik kreatif berbasis komunitas.
Dispar Kaltim berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan yang tumbuh mandiri, dengan pemerintah tetap hadir sebagai pendamping sistem dan fasilitator keberlanjutan.
Wisata Belanja Ramadan Libatkan 150 UMKM Lokal
Tak hanya di tingkat provinsi, Pemerintah Kota Samarinda juga menghadirkan Wisata Belanja Ramadan sebagai strategi mempercepat perputaran ekonomi rakyat.







