IKNPOS.ID – Pembangunan fisik Istana Wakil Presiden (Wapres) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi memasuki tahap akhir. Otorita IKN memastikan progres konstruksi gedung utama telah mencapai 100 persen.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, saat meninjau perkembangan pembangunan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
“Pekerjaan fisik Istana Wakil Presiden sudah selesai seluruhnya. Saat ini kami masuk ke tahap penyempurnaan,” ujar Basuki.
Meski struktur bangunan telah rampung, pekerjaan belum sepenuhnya berhenti. Tahap berikutnya adalah penataan interior serta pengadaan furnitur dan perabot istana.
Basuki menjelaskan urusan interior dan mebel nantinya akan menjadi tanggung jawab Sekretariat Negara. Baik untuk Istana Presiden maupun Istana Wakil Presiden.
“Secara bangunan sudah selesai, tinggal penyempurnaan interior agar siap digunakan,” tambahnya.
Skala Besar dan Anggaran Triliunan
Istana Wakil Presiden di IKN berdiri di atas lahan seluas 148.417 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 32.061 meter persegi.
Proyek ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp1,457 triliun, menjadikannya salah satu bangunan kenegaraan paling representatif di ibu kota baru.
Skala besar tersebut mencerminkan fungsi strategis istana sebagai pusat kegiatan Wakil Presiden dalam mendukung jalannya pemerintahan nasional.
Dari sisi desain, Istana Wakil Presiden IKN tidak hanya megah. Tetapi juga sarat makna budaya. Arsitekturnya mengusung konsep “huma betang umai”, istilah dari bahasa Dayak yang bermakna ibu sebagai pelindung, pengayom, dan pemelihara kehidupan.
Konsep rumah panggung dan bangunan memanjang yang menjadi ciri khas masyarakat Kalimantan diadaptasi sebagai simbol kearifan local. Khususnya dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Istana Wakil Presiden IKN dirancang dengan prinsip bangunan hijau (green building). Menurut Basuki, desain istana dibuat agar tidak boros energi dan tetap memperhatikan kesehatan serta kenyamanan penggunanya.







