Menurut Subhranshu, penggunaan Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan memungkinkan sistem kota melakukan simulasi dan optimasi secara mandiri. Kota kognitif ini tidak lagi statis, melainkan terus belajar dari pola perilaku warganya untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan secara otomatis. Jika ini terealisasi, Nusantara akan menjadi satu dari sedikit kota di dunia yang mengadopsi kecerdasan buatan adaptif pada skala infrastruktur metropolitan.
Siap Jadi Percontohan Global dan Magnet Investasi
Kehadiran perwakilan senior USTDA untuk Indonesia, Yolanda Hanna, dalam rapat proyek perdana semakin menegaskan komitmen AS dalam memperkuat kemitraan investasi. Hibah jutaan dolar ini adalah bukti bahwa perencanaan IKN sudah berada di jalur yang benar—terstruktur, implementatif, dan siap investasi. Dokumen-dokumen strategis yang dihasilkan dari asistensi teknis ini akan memudahkan para pemodal besar masuk ke ekosistem Nusantara tanpa keraguan.
Dengan perencanaan yang matang dan dukungan teknologi kelas dunia, Otorita IKN memastikan bahwa pembangunan fisik akan berjalan beriringan dengan kesiapan sistem digital. Nusantara bukan lagi sekadar proyek nasional, melainkan mercusuar masa depan peradaban urban global yang berorientasi pada teknologi tinggi dan keberlanjutan hijau. Apakah Anda sudah siap melihat transformasi bersejarah ini? (*)







