IKNPOS.ID – Pasar kripto global kembali menyoroti pergerakan harga Pi Network (PI) yang menunjukkan tren konsolidasi di awal Februari 2026. Berdasarkan data pasar terbaru per 10 Februari 2026, aset digital ini diperdagangkan pada kisaran 0,1419 per koin. Meskipun sempat mencatatkan kenaikan tipis sekitar 1,97 persen dalam 24 jam terakhir, posisi ini masih mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat dibandingkan periode puncak tahun lalu.
Penurunan volume perdagangan sebesar 27,53 persen menjadi 11,3 juta menunjukkan sikap skeptis para pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi makro. Saat ini, kapitalisasi pasar Pi Network bertahan di angka 1,27 miliar dengan valuasi penuh (FDV) mencapai 14,19 miliar. Para analis menilai bahwa pergerakan mendatar ini merupakan fase jenuh setelah aset sempat menyentuh titik terendah barunya di level 0,1332 pada empat hari yang lalu.
Sentimen Teknis dan Dampak Upgrade Protokol
Tim Inti Pi Network saat ini tengah memacu proses migrasi mainnet dan pembaruan protokol ke versi 23. Langkah teknis ini bertujuan untuk meningkatkan skalabilitas jaringan dan memperluas ekosistem kontrak pintar. Namun, aliran token yang terus berpindah ke bursa sering kali memicu kekhawatiran akan adanya aksi ambil untung massal oleh para pionir.
Indikator pasar memperlihatkan bahwa PI harus mampu menembus area resistensi 0,166 untuk memulihkan struktur bullish jangka pendek. Jika tekanan jual dari migrasi token terus mendominasi, harga berisiko menguji kembali level dukungan psikologis di bawah 0,14. Di sisi lain, rencana peluncuran sistem hadiah validator KYC pada akhir Maret 2026 mendatang diharapkan mampu menjadi katalis positif bagi kepercayaan investor ritel.
Kondisi Pasar Kripto Global
Tekanan pada Pi Network tidak lepas dari kondisi pasar kripto secara luas yang sedang mengalami fase “risk-off”. Bitcoin sendiri sempat tergelincir tajam ke level 70.000 sebelum akhirnya menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Para pemegang aset digital cenderung membatasi eksposur mereka pada altcoin dengan volatilitas tinggi dan beralih ke instrumen yang lebih aman. Meski demikian, komunitas Pi Network tetap optimistis bahwa integrasi dengan platform e-commerce dan utilitas dunia nyata akan menjadi pembeda utama proyek ini di masa depan.







