Total anggaran bansos adaptif yang disiapkan mencapai lebih dari Rp2 triliun. Untuk kebutuhan kedaruratan, hampir Rp100 miliar telah tersalurkan. Saat ini, bantuan isi hunian, pemulihan sosial ekonomi, serta Jadup mulai dicairkan secara bertahap.
Secara rinci, santunan ahli waris telah disalurkan sebesar Rp14,8 miliar bagi 990 jiwa dengan nominal Rp15 juta per orang. Bantuan isi hunian siap disalurkan Rp98,7 miliar untuk 32,9 ribu kepala keluarga dengan nilai Rp3 juta per keluarga. Sementara itu, Jadup siap cair Rp25,8 miliar untuk 19,1 ribu jiwa sebesar Rp15 ribu per orang.
Mekanisme penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada satu data nasional dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah daerah mengusulkan daftar korban by name by address (BNBA), kemudian ditetapkan dalam daftar nominatif melalui persetujuan Muspida, diverifikasi, dan disahkan oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Dari total anggaran lebih dari Rp2 triliun tersebut, sekitar Rp600 miliar sudah tersedia di rekening dan tinggal disalurkan. Sisanya masih dalam proses pengajuan melalui skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT).







