Beliau melihat langsung progres pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius yang lokasinya berdekatan. Selain itu, rombongan juga meninjau kesiapan RS Hermina, hunian nyaman di Rumah Susun ASN 1, hingga kompleks Kantor Bersama. Sinergi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa Nusantara tumbuh sebagai pusat pemerintahan modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai kebersamaan dan pelayanan publik yang prima.
Ramadan 2026: Syiar Kedamaian dari Ibu Kota Baru
Kehadiran tokoh agama setingkat Menteri di IKN membawa suasana Ramadan yang religius sekaligus inklusif. Para pekerja konstruksi yang sedang berjibaku membangun kota masa depan ini merasakan dukungan moral yang besar. Syiar Ramadan di Nusantara tahun ini benar-benar menghadirkan energi positif bagi percepatan pembangunan.
Otorita IKN menegaskan bahwa Ramadan tahun ini menjadi tonggak sejarah penting. Mereka ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa Nusantara adalah miniatur Indonesia yang sesungguhnya: rukun, damai, dan penuh toleransi. Pembangunan fisik yang masif diimbangi dengan pembangunan mentalitas masyarakat yang harmonis.
Menuju Ekosistem Sosial yang Inklusif
Pemerintah memastikan bahwa setiap individu yang berada di IKN mendapatkan hak pelayanan yang sama. Dengan adanya Masjid Negara yang ikonik dan fasilitas ibadah agama lain yang terus dikebut, IKN akan menjadi ruang hidup yang sangat ramah bagi keberagaman. Harapannya, pusat pemerintahan ini menjadi contoh nyata bagi daerah lain dalam mengelola toleransi beragama.
Tentu saja, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang terus mengawal proses transisi ibu kota. IKN bukan lagi sekadar mimpi, melainkan rumah besar kemanusiaan yang sedang kita bangun bersama dengan semangat persatuan yang kokoh. (*)