Kolaborasi dan Pengembangan Masa Depan
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan Pusat Kebudayaan Nusantara. Desain pemenang akan menjadi dasar, tetapi terbuka untuk pengembangan lebih lanjut sesuai masukan dan ketersediaan anggaran. “Paling cepat pembangunan dimulai tahun 2027,” ujarnya. Pendekatan ini mencerminkan fleksibilitas dalam implementasi desain arsitektur modern yang tetap menghormati nilai tradisi lokal.
Peluncuran dua buku, Mengukir Kota Masa Depan karya Wicaksono Sarosa dan Sarwo Handayani, serta Membangun Kota Masa Depan yang disusun Tim Otorita IKN, turut menegaskan dokumentasi proses perencanaan dan pembangunan IKN. Buku-buku ini tidak hanya merekam sejarah pembangunan, tetapi juga menyoroti pentingnya integrasi budaya lokal dalam pembangunan kota modern.
Kesimpulan
Pusat Kebudayaan IKN menunjukkan bagaimana filosofi lokal Kalimantan dapat menjadi inti arsitektur modern yang berorientasi pada identitas dan keberlanjutan. Dengan menggabungkan simbol budaya, estetika tradisional, dan fasilitas multifungsi, kawasan ini tidak hanya menjadi ruang peradaban, tetapi juga inspirasi bagi masyarakat untuk menghargai akar budaya sambil memandang masa depan. Keberadaan Pusat Kebudayaan Nusantara menegaskan bahwa pembangunan kota modern tidak harus meninggalkan nilai tradisi, melainkan dapat memperkuat identitas bangsa melalui arsitektur yang berbicara tentang sejarah, filosofi, dan kreativitas.







