IKNPOS.ID – Ekowisata Nusantara kian menegaskan posisinya sebagai wajah baru wisata alam di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke Nusantara, konsep wisata berbasis alam dan lingkungan ini diproyeksikan menjadi salah satu pintu utama bagi publik untuk mengenal karakter IKN, bukan hanya sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai kawasan hijau yang dibangun dengan identitas Indonesia.
Berbeda dari wisata massal yang bertumpu pada hiburan dan keramaian, Ekowisata Nusantara dirancang sebagai pengalaman yang menekankan keseimbangan antara kunjungan wisata, pelestarian lingkungan, dan keterlibatan masyarakat lokal. Pendekatan ini sejalan dengan visi pembangunan IKN yang mengedepankan keberlanjutan dan tata kelola kawasan jangka panjang.
Konsep Wisata yang Bertumpu pada Alam dan Lingkungan
Ekowisata Nusantara mengacu pada aktivitas wisata yang memanfaatkan potensi alam tanpa mengabaikan aspek perlindungan ekosistem. Kawasan hutan, perbukitan, sungai, hingga ruang terbuka hijau di Nusantara tidak hanya diposisikan sebagai latar pemandangan, tetapi sebagai ruang edukasi yang memberi pemahaman kepada pengunjung tentang nilai ekologis kawasan tersebut.
Dalam praktiknya, pengunjung tidak sekadar diajak berjalan atau menikmati lanskap, tetapi juga diperkenalkan pada fungsi lingkungan, sejarah kawasan, serta upaya pelestarian yang tengah dijalankan. Karena itu, peran pemandu wisata menjadi sangat penting sebagai penghubung antara alam, pengunjung, dan nilai-nilai yang ingin disampaikan melalui konsep ekowisata.
Peran Pemandu Lokal dalam Ekowisata Nusantara
Pemandu ekowisata di Nusantara diposisikan sebagai aktor kunci dalam membentuk pengalaman wisata. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga sebagai narator yang menjelaskan karakter alam, kearifan lokal, serta aturan yang harus dipatuhi selama berkunjung.
Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, pernah menegaskan pentingnya kesiapan pemandu lokal dalam mendukung pengembangan pariwisata Nusantara. Dalam salah satu kesempatan, ia menyampaikan, “Kegiatan sertifikasi ini sangat penting, bukan hanya sekadar materi, tetapi juga praktik langsung sebagai pemandu wisata. Harapannya, peserta dapat menjadi pemandu ekowisata yang profesional dan mengambil peran dalam pembangunan IKN di sektor pariwisata.”
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa Ekowisata Nusantara tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia. Pemandu lokal diharapkan mampu menjaga citra kawasan sekaligus memastikan aktivitas wisata berjalan sesuai dengan prinsip keberlanjutan.