IKNPOS.ID – Di tengah dinamika global yang masih berfluktuasi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan optimisme terhadap arah perekonomian nasional pada 2026. Meski ketidakpastian masih membayangi, sejumlah indikator justru menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyebut penguatan ekonomi terlihat jelas dari kinerja sektor manufaktur yang terus membaik. Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat tetap berada di zona ekspansif dan meningkat menjadi 52,6 pada Januari 2026, naik dari posisi 51,2 pada bulan sebelumnya.
“Perkembangan ini menjadi sinyal optimis, sekaligus menegaskan ketahanan serta daya saing eksternal Indonesia di tengah berbagai tantangan domestik maupun global,” ucap Febrio kepada media di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, performa sektor manufaktur tersebut selaras dengan sejumlah indikator ekonomi domestik lainnya yang menunjukkan penguatan pada penghujung 2025 dan diperkirakan berlanjut pada periode berikutnya. Salah satunya tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh 4,4 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan penjualan makanan, minuman, serta tingginya mobilitas masyarakat.
Penguatan konsumsi juga tampak dari sektor otomotif. Penjualan sepeda motor tercatat melonjak 14,5 persen, sementara penjualan mobil meningkat signifikan hingga 17,9 persen secara year on year pada akhir 2025.
Melihat tren tersebut, Febrio menegaskan pemerintah akan terus mengupayakan penguatan iklim usaha dan daya saing industri nasional. Langkah yang ditempuh antara lain percepatan penyelesaian hambatan usaha atau debottlenecking guna meningkatkan daya tarik investasi.
“Pemerintah akan terus mencermati dinamika global dan dampaknya terhadap kinerja perekonomian nasional. Upaya penguatan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk ekspor, serta diversifikasi mitra dagang utama melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional,” tutur Febrio.