IKNPOS.ID – Isu penghentian operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Pulo Gebang dipastikan tidak benar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, namun dengan skema prioritas berbeda selama Ramadan.
Kepala SPPG Dapoer Rahayu Pulo Gebang, Fariz Alaudin, menjelaskan bahwa distribusi kini difokuskan pada kelompok rentan yang dikenal sebagai 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.
“Sebenarnya bukan dialihkan. Kita mulai dari skala prioritas, sekarang dibalik. Skala prioritasnya untuk 3B dulu, karena mereka ini tidak ada hari libur,” ujar Fariz saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, kebutuhan gizi kelompok 3B bersifat harian dan berkelanjutan, sehingga tidak bisa terhenti meski memasuki bulan puasa. Sementara untuk peserta didik, distribusi MBG akan kembali berjalan mulai 23 Februari sesuai surat edaran yang berlaku.
Selain perubahan sasaran prioritas, SPPG juga menyesuaikan komposisi menu selama Ramadan. Mengingat mayoritas penerima manfaat di wilayah Pulo Gebang beragama Islam, paket makanan akan disiapkan dalam bentuk “menu kering” agar lebih tahan lama.
Penyesuaian tersebut mengacu pada arahan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, yang menekankan pentingnya daya tahan makanan selama puasa.
“Nanti dikomposisikan sesuai angka kecukupan gizi. Contohnya roti, telur rebus, atau susu. Skemanya memang berbeda untuk menyesuaikan kondisi di bulan Ramadan,” jelas Fariz.
Dengan kebijakan ini, SPPG memastikan distribusi MBG tidak berhenti, melainkan disesuaikan agar kebutuhan nutrisi kelompok paling rentan tetap terpenuhi secara optimal selama Ramadan.







