Home Lifestyle Diet Tinggi Serat Bisa Kurangi Risiko Demensia, Ini Bukti Ilmiahnya
Lifestyle

Diet Tinggi Serat Bisa Kurangi Risiko Demensia, Ini Bukti Ilmiahnya

Share
Demensia, Image: Pixabay
Share

Uji Klinis: Bukti Kausal dari Suplemen Prebiotik

Yang lebih menarik, sebuah uji acak terkontrol terbaru memberikan gambaran yang lebih kuat mengenai hubungan sebab-akibat. Dalam penelitian yang melibatkan pasangan kembar, peserta yang mengonsumsi suplemen serat prebiotik harian menunjukkan peningkatan hasil tes kognitif setelah tiga bulan dibandingkan kelompok plasebo.

Analisis sampel tinja dalam studi tersebut memperlihatkan perubahan komposisi mikrobioma usus. Terdapat peningkatan jumlah bakteri menguntungkan seperti Bifidobacterium, yang selama ini dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

Penelitian ini dipimpin oleh Mary Ni Lochlainn, dosen klinis di bidang geriatri dari Kings College London. Ia menyatakan bahwa pendekatan berbasis diet memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesehatan otak pada populasi lanjut usia. Ia juga menekankan bahwa mikrobioma bersifat dinamis dan dapat dimodifikasi melalui pola makan. Dengan kata lain, intervensi nutrisi bukanlah langkah pasif, melainkan strategi yang bisa diupayakan secara aktif.

Mengapa Mikrobiota Begitu Penting?

Mikrobiota usus tidak hanya membantu mencerna makanan, tetapi juga berperan dalam produksi zat kimia yang memengaruhi sistem saraf. Beberapa metabolit hasil fermentasi serat diketahui memiliki efek antiinflamasi. Mengingat peradangan kronis sering dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif dan penyakit neurodegeneratif, menjaga keseimbangan mikrobiota menjadi semakin relevan.

Selain itu, dinding usus yang sehat mencegah kebocoran zat berbahaya ke dalam aliran darah. Jika lapisan ini terganggu, molekul inflamasi dapat mencapai otak dan memicu proses yang berpotensi merusak jaringan saraf. Dengan demikian, perlindungan terhadap lapisan usus melalui produksi butirat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan otak.

Implikasi bagi Pola Makan Sehari-hari

Temuan-temuan ini memberikan pesan sederhana namun kuat: asupan serat yang cukup berpotensi menjadi bagian dari strategi pencegahan demensia. Sumber serat dapat diperoleh dari buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta suplemen prebiotik bila diperlukan.

Meski demikian, konsumsi serat sebaiknya ditingkatkan secara bertahap untuk menghindari gangguan pencernaan. Pendekatan holistik tetap diperlukan, karena kesehatan otak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk aktivitas fisik, kualitas tidur, interaksi sosial, dan pengelolaan stres.

Share
Related Articles
Lifestyle

Adakah Cara agar Penderita Asam Urat Bisa Makan Kacang tanpa Kambuh?

IKNPOS.ID - Pertanyaan ini sering muncul karena kacang kerap dianggap sebagai pantangan...

Zakat Penghasilan
Lifestyle

Apa Hukumnya Membayar Zakat Fitrah dengan Uang?

IKNPOS.ID - Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap Muslim yang ditunaikan menjelang Hari...

Lifestyle

20 Kata-Kata Ucapan Selamat Datang Ramadan 1447 Hijriah, Cocok untuk Status Medsos

IKNPOS.ID - Pemerintah Indonesia melalui sidang isbat telah menetapkan bahwa 1 Ramadan...

Daftar Ucapan Imlek 2026 Terlengkap
Lifestyle

Anti Mainstream! Ini Inspirasi Ucapan Imlek 2026 Shio Kuda Api, Dari Gaya Puitis Sampai Formal

IKNPOS.ID - Merayakan Tahun Baru Imlek 2026 tanpa mengirimkan ucapan selamat rasanya...