IKNPOS.ID – Wakil Menteri Agama, R. Muhammad Syafi’i, meninjau langsung pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Gereja yang berada di bawah Keuskupan Agung Samarinda ini diklaim akan menjadi Basilika pertama di Indonesia.
Gereja Katolik tersebut akan dipasang lonceng dan salib yang didatangkan khusus dari Belanda menggunakan sistem digital modern, dengan target penyelesaian pemasangan pada Maret 2026.
“Progres fisik gereja hampir rampung. Saat ini interior dan perlengkapan ibadah tengah ditata. Tahun ini, fasilitas gereja beserta rumah uskup sudah dapat digunakan,” kata Syafi’i saat meninjau lokasi.
Gereja berkapasitas sekitar 1.300 umat ini ditargetkan siap menjadi tempat pertemuan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada Mei 2026. Wamenag menekankan pembangunan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah menghadirkan ruang ibadah inklusif dan representatif bagi seluruh umat beragama di IKN.
Desain dan Fasilitas Kompleks Gereja
Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius dibangun di atas lahan seluas 2.023 hektar di Kawasan Peribadatan IKN, dengan total luas bangunan 10.612,66 meter persegi. Kompleks ini dirancang komprehensif dengan fasilitas sebagai berikut:
Gedung Gereja Katolik: Struktur empat lantai seluas 8.586 m², kapasitas 1.300–1.600 umat.
Wisma Uskup: Tiga lantai seluas 1.770 m² dengan 43 kamar akomodasi bagi para uskup.
Fasilitas Kawasan: Plaza Jalan Salib, Taman Doa, Goa Maria, Pelataran Utama, dan lahan parkir.
Desain arsitektur gereja memadukan unsur budaya lokal Kalimantan dengan simbol Katolik, menciptakan ruang ibadah kontekstual, fungsional, dan estetik. Salib raksasa di atap dilengkapi pencahayaan sehingga menampilkan keindahan pada malam hari.
Selain sebagai tempat ibadah, gereja ini juga diharapkan menjadi tujuan ziarah bagi umat Katolik dari seluruh Indonesia.
Komitmen IKN Hadirkan Ruang Ibadah Multireligius
Wamenag menegaskan bahwa pemerintah juga menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah ibadah agama lain, termasuk gereja Protestan, pura, wihara, dan klenteng. Otorita IKN memastikan ketersediaan lahan, dengan rencana pembangunan dimulai tahun ini atau paling lambat 2027.