IKNPOS.ID – Arus investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin deras. Dari Timur Tengah hingga Amerika Serikat, komitmen pendanaan terus mengalir untuk mendukung transformasi Nusantara menjadi kota masa depan berbasis hijau, berkelanjutan, dan digital.
Data terbaru dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat realisasi investasi swasta murni telah mencapai Rp72 triliun hingga awal 2026. Angka tersebut berasal dari 57 perusahaan yang terlibat dalam pembangunan kawasan inti pemerintahan dan sekitarnya.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap proyek strategis nasional tersebut.
“Saat ini, sampai dengan awal 2026 sudah ada komitmen dari 57 perusahaan dengan total investasi swasta murni sebesar Rp72 triliun. Pembangunan IKN ini juga semakin meningkat dari aspek kepercayaan masyarakatnya termasuk dalam bidang usaha,” ujar Basuki dalam keterangan resmi, Jumat, (27/2/2026).
Hibah Amerika untuk Smart City Nusantara
Lonjakan investasi tidak hanya datang dari dalam negeri. Pemerintah Amerika Serikat resmi mengucurkan hibah senilai US$2,49 juta atau sekitar Rp40,18 miliar melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA).
Dana ini difokuskan untuk mendukung asistensi teknis solusi kota cerdas (smart city) di Nusantara. Basuki menjelaskan, hibah tersebut akan digunakan untuk mempercepat transformasi digital melalui penyusunan cetak biru infrastruktur cerdas yang terintegrasi dan siap investasi.
“Visi kami jelas, Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas,” tegasnya.
Proyek asistensi teknis ini digarap oleh konsorsium yang dipimpin Eficens Systems Inc dengan anggota seperti Frost & Sullivan, ASECH Indonesia, Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia sebagai mitra Google Cloud Platform.
Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus project director inisiatif tersebut, Subhranshu Sekhar Das, menyebut Nusantara punya peluang melampaui konsep smart city konvensional.
“Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi cognitive city dan berpotensi menjadi model rujukan global,” ujarnya.
Penggunaan agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi disebut akan menggeser paradigma dari infrastruktur digital statis menuju sistem kecerdasan adaptif bagi layanan publik.







