IKNPOS.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi berbagi uang baru kepada anak-anak dan keluarga menjadi momen yang dinantikan. Amplop warna-warni dengan lembaran rupiah yang masih kaku bukan sekadar simbol materi, tetapi bagian dari budaya silaturahmi yang sudah mengakar kuat di masyarakat Indonesia. Tidak heran, antrean penukaran uang baru selalu memadati bank dan layanan kas keliling setiap Ramadan.
Agar proses berjalan lancar, penting memahami prosedur resmi, syarat, serta tips praktis saat menukar uang baru di bank maupun kas keliling.
Mengapa Permintaan Uang Baru Meningkat saat Lebaran?
Tradisi berbagi “THR” dalam bentuk uang tunai baru menjadi kebiasaan tahunan. Selain terlihat lebih rapi dan layak dibagikan, uang baru juga dianggap membawa kesan istimewa.
Setiap tahun, otoritas moneter menyediakan layanan penukaran resmi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam berbagai pernyataan resminya, otoritas keuangan menegaskan bahwa layanan penukaran dilakukan untuk memastikan distribusi uang layak edar tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari praktik percaloan.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan sosial. Secara ekonomi, momentum Lebaran memang meningkatkan perputaran uang tunai secara signifikan. Peningkatan konsumsi rumah tangga menjelang hari raya membuat kebutuhan pecahan kecil melonjak tajam.
Cara Tukar Uang Baru di Bank
Menukar uang baru di bank relatif mudah, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Datang ke Kantor Cabang yang Melayani Penukaran
Tidak semua cabang bank menyediakan layanan penukaran uang baru setiap saat. Biasanya, bank akan mengumumkan jadwal khusus selama Ramadan. Datanglah lebih awal karena kuota penukaran sering dibatasi per hari.
Membawa Identitas Diri
KTP asli umumnya diminta sebagai syarat administrasi. Beberapa bank mencatat data penukar untuk memastikan pembagian merata dan mencegah penukaran berulang dalam jumlah besar oleh satu orang.
Menyiapkan Uang Lama dalam Kondisi Rapi
Uang yang akan ditukar sebaiknya:
Tidak distaples
Tidak direkatkan dengan selotip
Disusun sesuai pecahan
Dihitung dengan nominal yang jelas
Kerapian mempercepat proses dan mengurangi risiko penolakan.






