IKNPOS.ID – Bintang Real Madrid, Vinícius Júnior, kembali membuktikan bahwa prestasi adalah jawaban terbaik terhadap intimidasi. Penyerang asal Brasil tersebut mencetak gol krusial sekaligus memamerkan tarian ikoniknya saat membawa Los Blancos menumbangkan Benfica 2-1 pada leg kedua babak playoff Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu malam.
Kemenangan ini memastikan langkah Real Madrid ke babak 16 besar dengan keunggulan agregat 3-1. Namun, laga ini lebih dari sekadar perebutan tiket lolos; ini adalah panggung pembuktian bagi Vinícius yang sepekan sebelumnya menjadi korban serangan rasisme.
Ketegangan di Santiago Bernabeu
Atmosfer panas sudah terasa sejak peluit awal dibunyikan. Sekitar 3.000 pendukung Benfica yang hadir terus mencemooh Vinícius setiap kali ia menyentuh bola. Tekanan tersebut merupakan buntut dari insiden leg pertama, di mana pemain Benfica, Gianluca Prestianni, diduga melontarkan hinaan rasis “monyet” saat Vinícius melakukan selebrasi tarian.
Benfica sebenarnya sempat mengejutkan publik tuan rumah lewat gol cepat Rafa Silva. Namun, mentalitas juara Madrid berbicara. Gelandang Aurélien Tchouaméni menyamakan kedudukan pada menit ke-16 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.
“Itulah Vinícius kami. Dia tetap fokus pada permainan meski tekanan di luar lapangan begitu besar,” ujar Tchouaméni usai pertandingan, memuji ketangguhan mental rekan setimnya tersebut.
Dansa Kemenangan dan Sanksi UEFA
Puncak drama terjadi pada menit ke-80. Melalui sebuah skema serangan balik cepat, Vinícius melepaskan tendangan rendah yang melewati penjaga gawang Benfica. Gol tersebut menjadi koleksi keenamnya dalam lima pertandingan terakhir bersama Madrid.
Seolah tidak kapok dengan kontroversi, Vinícius langsung berlari ke arah sudut lapangan dan menari di depan para pendukung Madrid. Aksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap ejekan rasis yang ia terima sepanjang laga.
Di sisi lain, Gianluca Prestianni yang menjadi aktor utama kasus rasisme pada leg pertama, terpaksa absen dalam laga ini. UEFA menolak banding menit terakhir dari Benfica dan tetap menjatuhkan skorsing sementara satu pertandingan kepada pemain asal Argentina tersebut.
Kampanye Anti-Rasisme dan Kabar Cedera
Sebelum laga dimulai, suporter Real Madrid membentangkan spanduk raksasa bertuliskan “No To Racism” sebagai bentuk dukungan moral bagi Vinícius. Atmosfer stadion juga terasa sangat memusuhi bek Benfica, Nicolás Otamendi, yang sempat terlibat friksi dengan Vinícius pada pertemuan sebelumnya.
- Benfica
- Hasil Liga Champions Real Madrid vs Benfica 2026
- Kasus rasisme Gianluca Prestianni terhadap Vinicius
- Liga Champions
- Rasisme Sepak Bola
- Real Madrid
- Sanksi UEFA untuk pemain Benfica rasis
- Santiago Bernabeu
- Selebrasi tarian Vinicius Junior melawan Benfica
- UEFA
- Update cedera Raul Asencio Real Madrid
- Vinícius Júnior