IKNPOS.ID – Bank Indonesia (BI) bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus mengintensifkan kampanye penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi ekonomi digital di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Digitalisasi sistem pembayaran dinilai mampu meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan transaksi, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan modern.
“Kami terus mendorong penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital untuk mempercepat digitalisasi transaksi keuangan, khususnya bagi masyarakat Kalimantan Timur dan kawasan IKN,” ujar Kepala Sekretariat Kerja Bersama (SKB) Bank Indonesia IKN, Syachman Perdymer, di Nusantara, Senin (9/2/2026).
QRIS Dorong Transaksi Lebih Aman dan Efisien
Syachman menjelaskan, penggunaan QRIS memberikan banyak manfaat, mulai dari menghemat waktu dan biaya transaksi, mengurangi risiko kehilangan atau pencurian uang tunai, hingga memungkinkan transaksi dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Selain itu, QRIS juga menjadi pintu masuk penting untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha, terutama UMKM.
Kampanye QRIS Lewat Nusantara QRIS Run 5K
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, BI bersama OIKN menggelar Nusantara QRIS Run 5K pada akhir pekan lalu. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 peserta yang berlari menyusuri Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Selain menghadirkan pengalaman berolahraga di kawasan IKN yang asri dan ikonik, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi publik mengenai pemanfaatan QRIS dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga media untuk mengedukasi masyarakat agar semakin familiar menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital,” kata Syachman.
Literasi Ekonomi Digital Dikemas dengan Gaya Hidup Sehat
Deputi Transformasi Hijau dan Digital OIKN Agung Indrajit menilai, penggabungan konsep olahraga dan digitalisasi keuangan merupakan pendekatan yang efektif dan inklusif untuk meningkatkan literasi ekonomi masyarakat.