Home Kesehatan Berhenti Makan Nasi Duluan! Mulai Berbuka dengan Sayur, Bukan Gorengan
Kesehatan

Berhenti Makan Nasi Duluan! Mulai Berbuka dengan Sayur, Bukan Gorengan

Share
Berhenti Makan Nasi Duluan, Mulai Berbuka dengan Sayur, Bukan Gorengan
Berhenti Makan Nasi Duluan, Mulai Berbuka dengan Sayur, Bukan Gorengan
Share

IKNPOS.ID – Banyak orang langsung menyantap nasi atau makanan manis saat adzan maghrib berkumandang.

Padahal, kebiasaan ini ibarat “bom” bagi metabolisme tubuh. Mengatur urutan makanan bukan sekadar soal etiket, melainkan strategi sains untuk memastikan tubuh tidak kaget menerima asupan energi setelah belasan jam berpuasa.

Langkah pertama yang paling krusial adalah memasukkan serat ke dalam perut yang kosong. Mengonsumsi sayuran.

Seperti brokoli, selada, atau bayam di awal makan akan membentuk semacam “lapisan pelindung” di dinding usus.

Lapisan serat ini bertugas menghambat penyerapan karbohidrat secara agresif ke dalam pembuluh darah.

“Studi menunjukkan bahwa urutan makanan yang Anda santap secara drastis memengaruhi kadar gula darah pasca-makan,” jelas Grace Phelan, MS, koordinator dukungan nutrisi di Tufts Medical Center.

Dengan adanya “jaring” serat ini, glukosa akan dilepaskan secara perlahan dan bertahap, sehingga Anda terhindar dari rasa kantuk hebat yang biasanya muncul akibat lonjakan insulin mendadak.

Lanjutkan dengan Protein dan Lemak Sehat

Setelah sayuran tuntas, jangan langsung menyentuh nasi. Masuklah ke fase kedua: Protein dan Lemak.

Pilihan seperti ikan, ayam panggang, telur, atau tahu-tempe adalah kunci berikutnya.

Mengapa protein? Nutrisi ini memicu pelepasan hormon GLP-1 di usus yang berfungsi ganda: meningkatkan efisiensi insulin dan memberikan sinyal kenyang lebih cepat ke otak.

Protein juga memperlambat proses pengosongan lambung, sehingga energi yang Anda dapatkan bertahan lebih lama dan stabil.

Nasi putih, kentang, atau makanan manis sebaiknya menjadi penutup sesi makan Anda. Dengan posisi sebagai “pemain cadangan”, karbohidrat tidak akan menyebabkan lonjakan glukosa yang berbahaya karena sudah ada penyangga dari serat dan protein yang masuk lebih dulu.

Penelitian membuktikan bahwa metode urutan makan ini mampu meredam lonjakan gula darah hingga 44% pada pasien diabetes tipe 2. Ini adalah angka yang sangat signifikan untuk kesehatan jangka panjang.

Agar metabolisme semakin maksimal, jangan langsung berbaring setelah berbuka. Lakukan jalan kaki santai selama sekitar 10 menit.

Share
Related Articles
dr. David H. Christian
Kesehatan

Warga Kaltim Harus Tahu! Varises Bukan Sekadar Masalah Kaki, Ini Bahaya Nyatanya 

IKNPOS.ID - Varises sering kali dianggap remeh oleh masyarakat Kalimantan Timur sekadar...

Otorita IKN Bentuk Kader Kesehatan Khusus Demi Perang Melawan Malaria & DBD
Kesehatan

Otorita IKN Bentuk Kader Kesehatan Khusus Demi Perang Melawan Malaria & DBD

IKNPOS.ID - Ibu Kota Nusantara (IKN) kini tengah melancarkan operasi besar-besaran. Bukan...

Kesehatan

RSUD Ratu Aji Putri Botung Siap Layani Pasang Ring Jantung, Didukung Rp46 M dari Kemenkes

IKNPOS.ID - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) memperkuat layanan kesehatan di daerah...

Kesehatan

Kemenkes RI Dukung RSUD Penajam Sediakan Layanan Operasi Jantung

IKNPOS.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan dukungan kepada RSUD Ratu Aji...