Sementara itu, Gubernur Minas Gerais, Romeu Zema, mengumumkan masa berkabung selama tiga hari. Ia dijadwalkan tiba di Juiz de Fora pada Selasa untuk memantau langsung operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan tim pemadam kebakaran setempat serta 150 personel tambahan dari kota-kota tetangga.
Duka paling terasa di kawasan Parque Burnier. Di wilayah tersebut, sedikitnya 17 orang dilaporkan hilang, termasuk lima anak-anak, setelah longsor besar meratakan 12 rumah di satu ruas jalan.
Petugas berhasil mengevakuasi sembilan orang dalam keadaan selamat dari bawah reruntuhan. Namun, pencarian korban lainnya masih terus dilakukan, dengan anjing pelacak menjadi harapan utama bagi keluarga yang menanti kabar kerabat mereka.
Data sementara menunjukkan lebih dari 440 warga kini mengungsi dan ditampung di tiga sekolah negeri. Banyak rumah hancur atau dinilai tidak lagi aman untuk ditempati kembali.
Tragedi di Minas Gerais kembali menyoroti pola berulang bencana saat musim hujan di Brasil. Kawasan pegunungan yang padat penduduk kerap menjadi titik rawan longsor dan banjir setiap kali curah hujan meningkat drastis.
Beberapa jam sebelum bencana di Juiz de Fora, banjir juga terjadi di Sao Joao de Meriti, Rio de Janeiro. Seorang perempuan berusia 85 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di dalam rumahnya. Lebih dari 600 warga di wilayah metropolitan tersebut turut mengungsi.
Di negara bagian Sao Paulo, dua orang meninggal dunia akibat badai serupa pada pekan lalu. Dengan demikian, jumlah korban jiwa di wilayah itu mencapai 19 orang sejak musim hujan dimulai pada Desember.
Otoritas setempat masih bersiaga penuh karena hujan diperkirakan kembali turun pada Selasa malam. Ancaman longsor susulan menjadi perhatian utama dalam upaya mitigasi lanjutan.
Sumber: Anadolu







