Honda dan Bayang-Bayang Masa Lalu
Kemitraan dengan Honda awalnya dipandang sebagai langkah strategis. Pabrikan Jepang tersebut pernah membawa Max Verstappen meraih gelar juara dunia bersama Red Bull. Namun proyek baru ini menghadapi tantangan tersendiri.
Honda sempat menghentikan program penuh Formula 1 sebelum memutuskan kembali sebagai mitra pabrikan. Proses restrukturisasi internal membuat pengembangan unit daya baru tidak berjalan secepat kompetitor. Meski secara resmi terlibat dalam diskusi regulasi baru, membangun kembali departemen mesin khusus F1 bukanlah tugas ringan.
Situasi ini mengingatkan publik pada periode sulit Honda bersama McLaren satu dekade lalu. Saat itu, performa dan reliabilitas menjadi masalah berulang.
Fernando Alonso dan Dilema Waktu
Di balik kemudi, ada nama besar: Fernando Alonso. Juara dunia dua kali itu tetap menunjukkan performa kompetitif meski usianya telah memasuki pertengahan 40-an. Namun waktu tidak berpihak selamanya.
Alonso mencoba tetap optimistis. Ia mengatakan, “Semua bisa diperbaiki, dalam jangka pendek maupun menengah. Tidak ada yang mustahil untuk diperbaiki.” Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan, tetapi juga kesadaran bahwa jendela peluang semakin sempit.
Jika pengembangan tidak segera membuahkan hasil, musim bisa terlewat sebelum sempat benar-benar dimulai. Dalam sistem poin Formula 1, awal musim yang buruk sering kali sulit ditebus.
Masalah Teknis atau Gejala Lebih Dalam?
Keterlambatan desain, restrukturisasi internal, dan kesiapan mesin tampak menjadi kombinasi yang tidak ideal. Formula 1 modern menuntut integrasi sempurna antara sasis dan unit daya. Ketika salah satu elemen belum optimal, keseluruhan paket ikut terdampak.
Tes pramusim memang bukan penentu mutlak. Beberapa tim pernah bangkit setelah awal yang mengecewakan. Namun fakta bahwa Aston Martin mencatat waktu paling lambat dan jarak tempuh terendah menunjukkan masalah mendasar yang tidak bisa diabaikan.
Musim belum dimulai, tetapi alarm sudah berbunyi.
Apakah Newey mampu membalikkan keadaan seperti yang pernah ia lakukan di masa lalu? Apakah Honda dapat mengejar ketertinggalan sebelum kompetisi benar-benar berjalan? Dan yang paling krusial, apakah Alonso masih memiliki waktu untuk menunggu kebangkitan itu?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menentukan apakah proyek ambisius Aston Martin menjadi kisah kebangkitan besar atau justru babak baru dari ambisi yang terlalu cepat dibangun.







