“ASN IKN bukan hanya menata, mereka memulai dari nol. Bukan sekadar memperbaiki sistem lama, tetapi membangun tata kelola baru untuk generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aparatur harus mampu mengelola konflik kepentingan, memperkuat
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyampaikan bahwa kehadiran MenPANRB menjadi suntikan motivasi bagi seluruh ASN di Nusantara.
Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun sistem pemerintahan masa depan yang lebih modern dan responsif.
SDM Berkualitas dan Kompetensi Digital
MenPANRB menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kota cerdas tidak hanya bertumpu pada infrastruktur digital, tetapi juga kualitas manusianya.
ASN dituntut untuk:
- Terus meningkatkan kompetensi
- Menguasai literasi digital
- Memahami ekosistem teknologi pemerintahan
Standar kompetensi digital yang terukur dan pemetaan SDM yang terintegrasi dinilai penting agar transformasi birokrasi di IKN berjalan konsisten dan berkelanjutan.







