Meskipun ada tekanan dari sembilan pemimpin Arab agar AS tetap berunding, para pejabat Washington tetap skeptis akan tercapainya kesepakatan.
Pada 4 Februari 2026, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa perundingan harus mencakup isu misil dan dukungan Iran terhadap terorisme, bukan hanya program nuklir.
“Agar pembicaraan menghasilkan sesuatu yang berarti, maka harus mencakup rudal balistik mereka, dukungan terhadap organisasi teroris, program nuklir, dan perlakuan terhadap rakyat mereka,” kata Rubio dalam konferensi pers di Washington, DC.
Pernyataan ini ditanggapi oleh pejabat senior Iran yang mengatakan pembicaraan hanya akan difokuskan pada isu nuklir. Program misil Iran, menurutnya, “tidak untuk dinegosiasikan.”






