IKNPOS.ID – Setelah sempat dikabarkan runtuh, negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya dijadwalkan kembali digelar pada Jumat pagi, 6 Februari 2026, di Muscat, Oman.
Pertemuan ini menjadi sorotan dunia, mengingat ketegangan yang memuncak dalam beberapa hari terakhir akibat perbedaan tajam mengenai cakupan pembicaraan.
Negosiasi semula direncanakan berlangsung di Istanbul, Turki, dengan dua jalur: jalur langsung antara AS dan Iran yang membahas program nuklir, serta jalur regional yang mencakup isu rudal balistik Iran, dukungan terhadap kelompok teroris, dan pelanggaran HAM.
Namun, Iran mundur dari kesepakatan lokasi dan format tersebut dan mengusulkan agar pembicaraan hanya fokus pada isu nuklir serta dipindahkan ke Oman.
Pihak AS menolak usulan tersebut karena khawatir negosiasi hanya akan fokus terkait isu nuklir, menyatakan bahwa perundingan harus bersifat menyeluruh atau tidak ada sama sekali.
“Kami tidak ingin kembali ke cara lama dalam bernegosiasi,” ujar seorang pejabat AS, menambahkan kegagalan pembicaraan bisa memicu opsi lain seperti serangan militer lanjutan.
Trump vs Khamenei: Saling Ancam
Ketegangan memuncak pada Rabu, 4 Februari 2026, ketika Presiden Donald Trump memperingatkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dengan mengatakan bahwa ia “seharusnya sangat khawatir” terkait perkembangan situasi.
Trump menyatakan, “Mereka sedang bernegosiasi dengan kami,” seraya mengklaim bahwa Amerika telah menghancurkan program nuklir Iran melalui serangkaian serangan selama perang 12 hari antara Iran dan Israel tahun lalu.
Namun, klaim Trump dikritik karena mengabaikan kenyataan bahwa masih ada fasilitas nuklir yang tidak dihantam dan lokasi penyimpanan uranium yang belum diketahui.
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan melalui X bahwa kesepakatan telah dicapai untuk menggelar pertemuan di Muscat pada pukul 10.00 waktu setempat.
“Saya berterima kasih kepada saudara-saudara kami di Oman atas seluruh pengaturannya,” tulisnya. Gedung Putih membenarkan pengumuman ini kepada The Times of Israel.







