Staf Wapres Sudah Mulai Berkegiatan
Sebagai bagian dari tahap awal aktivasi, sekitar 50 orang staf Wakil Presiden telah berada di kawasan IKN.
Kehadiran mereka bertujuan melakukan berbagai persiapan teknis, antara lain:
-
Survei mebel dan furnitur
-
Penataan ruang kerja
-
Koordinasi operasional
-
Persiapan aktivitas di tower ASN 1
Basuki menegaskan bahwa kehadiran staf ini merupakan fase pendahuluan sebelum Wakil Presiden berkegiatan rutin di IKN.
“Kehadiran staf itu menjadi bagian dari tahapan awal sebelum Wakil Presiden berkegiatan secara rutin di IKN,” katanya.
16 Kementerian dan Lembaga Segera Menyusul
Tak hanya dari unsur Wakil Presiden, sebanyak 16 kementerian dan lembaga negara juga dijadwalkan mulai beraktivitas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sepanjang 2026.
KIPP yang berada di Kecamatan Sepaku akan menjadi pusat utama aktivitas birokrasi nasional, termasuk:
-
Koordinasi lintas kementerian
-
Pelayanan administrasi pemerintahan
-
Pengambilan kebijakan strategis
Masuknya kementerian dan lembaga ini akan menjadi indikator penting bahwa fungsi ibu kota mulai berjalan efektif.
Target Besar: IKN Jadi Ibu Kota Politik 2028
Meski aktivasi dimulai 2026, pembangunan jangka panjang IKN masih terus berlanjut. Pemerintah menargetkan Nusantara menjadi Ibu Kota Politik Indonesia pada 2028.
Fokus pembangunan berikutnya mencakup kawasan:
-
Legislatif (DPR/MPR)
-
Yudikatif (MA, MK, dan lembaga hukum lain)
Seluruhnya akan dibangun di dalam kawasan KIPP sesuai dengan masterplan yang telah disusun pemerintah.
Transformasi dari Proyek ke Pusat Negara
Aktivasi bertahap ini menandai transformasi besar IKN:
Dari:
-
Kawasan konstruksi
-
Proyek infrastruktur nasional
Menjadi:
-
Pusat administrasi pemerintahan
-
Lokasi kerja ASN
-
Sentra pengambilan kebijakan negara
Dengan mulai hadirnya ASN, staf Wapres, hingga kementerian, denyut aktivitas pemerintahan di Nusantara dipastikan akan semakin terasa sepanjang 2026.