Ia menekankan bahwa korupsi bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan persoalan struktural yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.
“Sekali lagi, korupsi adalah pekerjaan rumah bagi kita semuanya,” tegasnya.
Pernyataan ini menegaskan pendekatan pemerintahan Prabowo yang ingin melibatkan berbagai elemen bangsa dalam memperkuat integritas dan tata kelola negara.
Sebelumnya, kabar pertemuan ini pertama kali diungkap oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang menyebut Presiden bertemu dengan tokoh-tokoh nasional, termasuk figur yang selama ini berada di luar lingkar kekuasaan.
Menurut Sjafrie, dialog tersebut membahas kepentingan strategis negara, bukan agenda politik sempit.
Pertemuan ini pun dibaca sebagai sinyal bahwa Prabowo ingin membangun komunikasi inklusif dalam menghadapi tantangan besar bangsa, salah satunya korupsi.







