IKNPOS.ID – Tangis pilu menyelimuti Dusun Kalamba, Desa Uematopa, ketika kabar duka datang dari balik pegunungan Ulubongka, Sulawesi Tengah. Pirna (19), seorang ibu muda yang baru saja melahirkan, meregang nyawa bukan karena tak ada harapan hidup, melainkan karena keterbatasan fasilitas dan terjalnya medan yang memisahkannya dari layanan kesehatan layak.
Pirna melahirkan di sebuah kebun terpencil dengan bantuan sando (dukun beranak). Tak lama setelah bayinya lahir, ia mengalami pendarahan hebat.
Kondisinya kian kritis, sementara jarak dan kondisi alam seolah menjadi tembok yang mengurung keselamatannya. Keluarga baru bisa membawanya menuju Puskesmas Dataran Bulan pada Rabu, 14 Januari 2026, setelah menempuh perjalanan panjang dari wilayah yang nyaris terputus akses.
Namun nasib berkata lain. Satu-satunya ambulans milik puskesmas saat itu sedang digunakan untuk menangani pasien lain. Seorang warga berinisiatif meminjamkan mobil pribadi demi menyelamatkan Pirna. Sayang, harapan itu pupus di tengah jalan. Di wilayah Popanga, Pirna menghembuskan napas terakhirnya sebelum sempat mendapatkan penanganan lanjutan.
Duka keluarga belum usai. Jenazah Pirna tak bisa langsung dipulangkan ke rumahnya. Jalanan rusak, licin, dan menanjak ekstrem membuat tak satu pun kendaraan roda empat sanggup melintas menuju Desa Uematopa.
Menjelang malam, dengan hati yang hancur dan air mata yang tak terbendung, warga akhirnya memutuskan membawa jenazah Pirna menggunakan sepeda motor. Tubuhnya disangga papan seadanya, menembus gelap dan tanjakan curam Gunung Patah, dikawal masyarakat yang tak kuasa menyembunyikan kesedihan.
Perjalanan sunyi itu kemudian viral di media sosial melalui unggahan Hasbi Toana dan Shumy Mokodompit. Kisah Pirna menjadi alarm keras bahwa di balik geliat pembangunan, masih ada wilayah di Sulawesi Tengah yang terputus dari layanan kesehatan dasar dan infrastruktur yang manusiawi.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Tojo Una-Una, Niko, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan kejadian itu berlangsung di Desa Uematopa, Kecamatan Ampana Tete, pada Rabu (14/1/2026). Menurutnya, Pirna mengalami pendarahan hebat pascamelahirkan dan sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Bulan Jaya.







