yea aina
Wak haji @JZ, kalau ada yang datang ke lokasi ngaduk semen minta “disetrum”, kasih saja setrum beneran. Yang 380 volt, sepertinya lebih cepat reaksinya. Gosong, kwkwkw
Juve Zhang
Sedikit cerita kenangan waktu ngaduk semen di PLTU lontar selama 3tahun….sebagai subkontraktor perusahaan Tiongkok kami tidak ada kontrak atau pun Perjanjian apapun dengan tukang setrum yg punya proyek…. Tetap saja kami wajib “laporan” ke tukang setrum…. mereka minta jatah “nyetrum ” wkwkq…. sedangkan bos kami perusahaan T…tak ada seperak pun minta ini itu….yg diminta kerja sesuai gambar proyek cepat dan kualitas sesuai spek …. Disini sudah nampak mental bersih perusahaan T dan mental sakit jiwa tukang setrum ikan eh setrum manusia…..dan Dirut nya waktu itu ya bos CHDI sekarang….wkwkw
pak tani
Rupanya IHSG kita belum merdeka. MSCI merilis pengumuman pembekuan index IHSG, harga saham2 kita pun rontok serempak. MSCI alias Morgan Stanley. Walaupun pihak asing, tapi bukan nama yang asing. Nah lhoh, bingung kan 🙂 Index Morgan Stanley mirip ‘BPK’ internasional. Yang menilai kinerja dan kelayakan index saham suatu negara, menjadi acuan banyak investor asing. Dengan dibekukannya index saham kita, bisa berarti ada sesuatu yang ‘janggal’ dan perlu penelaahan lebih lanjut. Investor asing pun menarik dana dari IHSG, berakibat index kita terbenam. Apakah saham IHSG memang bubble? dengan maraknya IPO yang aneh2? Bandar berkuasa? Mafia bursa? Apapun itu, kesimpulannya adalah IHSG kita belum berdaulat. Satu statement dari pihak asing bisa membakar ratusan saham di bursa kita. Tanpa rudal, sudah porak poranda. Mirip pertamina…. ooops.
Prieyanto
Gajah & Semut, Dua hewan beda kelas, Di CHD kemarin ada ‘semut’ kosmetik. Kecil, bergerombol, nyaris tak terlihat. Di CHD hari ini ada ‘gajah’ Pertamina. Besar, berat, dan menguasai ruang. Namun keduanya berbagi satu kesamaan: sama-sama bisa merusak atau membuat kemajuan. Semut merusak perlahan, diam-diam, lewat celah kecil. Gajah merusak seketika, lewat hentakan besar. Maka persoalannya bukan soal besar atau kecil. Bukan soal siapa pemainnya. Melainkan soal wataknya. Karena di negeri Kono hahaha, penyimpangan tidak memilih ukuran. Ia hidup di level rumahan, dan juga di istana korporasi. Semut = Ketekunan & Kerja Sunyi. Semut kecil, tapi tidak malas, gotong royong. Ia bekerja tanpa sorotan. Tidak menunggu sempurna, tidak menunggu besar. Karena perubahan besar sering lahir dari kerja kecil yang konsisten secara team work. Gajah = Kekuatan & Daya Tahan. Gajah besar, tapi dikenal tenang. Ia tidak tergesa, tapi pasti. Jarang panik, jarang impulsif. Karena kekuatan sejati bukan kegaduhan, melainkan stabilitas. Besar itu bukan hak istimewa, melainkan amanah. Semakin besar tubuh, semakin besar bayangan. Semakin besar kuasa, semakin besar tanggung jawab. Semut bekerja tanpa ingin terlihat. Gajah berjalan tanpa takut terlihat. Suatu kemajuan bukan karena semua ingin menjadi gajah, tetapi karena ada yang mau tetap menjadi semut, demi mewujudkan mimpi-mimpi besar. Dan yang disayangkan terlalu sedikit gajah yang mau belajar dari semut. #prie







