Di tengah kerumunan warga, muncul celetukan soal dugaan babi ngepet. Bahkan ada warga yang mengusulkan tindakan ekstrem untuk “membuktikan” kebenaran isu tersebut.
“Ada yang minta kepalanya dicat atau kupingnya diiris. Tapi saya biarkan saja. Menurut saya itu babi biasa, bukan babi ngepet,” tutur Harianto.
Ia mengaku khawatir isu mistis itu bisa berkembang ke arah yang tidak diinginkan. Beberapa temannya pun sepakat bahwa hewan tersebut hanyalah anak babi hutan biasa.
Akhirnya, anak babi itu dibeli oleh salah satu temannya asal Blitar untuk dipelihara.
“Ditawar Rp400 ribu, ya saya kasih,” jelasnya.
Harianto menyebut ukuran babi tersebut masih kecil, dengan berat sekitar 10 kilogram. Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan babi itu sebenarnya sudah diketahui warga sejak beberapa hari sebelumnya.
“Empat hari lalu ada yang melihat di pinggir Sungai Brantas. Bahkan sempat muncul dekat rumah Pak Kades,” pungkasnya.
Link Video Babi Ngepet ditangkap warga







