Fokus Keamanan dan Demiliterisasi
Selain rekonstruksi, stabilitas keamanan menjadi fokus utama Board of Peace. Rencana Trump mencakup pembentukan International Stabilisation Force yang bertugas melatih dan mendukung pasukan keamanan Palestina. Pasukan ini dipimpin oleh Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers.
Pemerintah AS menegaskan bahwa fase berikutnya dari rencana perdamaian mencakup rekonstruksi penuh Gaza dan demiliterisasi total, termasuk pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lainnya. Dalam pernyataannya, utusan AS Steve Witkoff menyatakan bahwa kepatuhan Hamas terhadap kewajiban gencatan senjata menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan proses ini.
Pendekatan tersebut sejalan dengan temuan riset keamanan modern yang menyebutkan bahwa rekonstruksi pascaperang tanpa stabilitas keamanan cenderung gagal dalam jangka panjang. Studi-studi keamanan internasional menunjukkan bahwa reformasi sektor keamanan merupakan faktor penentu keberhasilan transisi pascakonflik.
Kondisi Lapangan dan Tantangan Nyata
Meski gencatan senjata telah berlaku, situasi di Gaza masih rapuh. Kedua pihak saling menuduh pelanggaran kesepakatan. Serangan militer dan korban jiwa masih dilaporkan, sementara kondisi kemanusiaan tetap berada pada tingkat kritis.
Perserikatan Bangsa-Bangsa berulang kali menekankan pentingnya akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. Fakta ini menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi Board of Peace, terutama dalam memastikan stabilitas tanpa memperburuk situasi warga sipil.
Kesimpulan
Pembentukan Board of Peace oleh Presiden Trump mencerminkan upaya Amerika Serikat untuk mengambil peran langsung dalam menentukan arah masa depan Gaza. Dengan mandat pengawasan rekonstruksi dan stabilitas keamanan, dewan ini menjadi instrumen politik sekaligus administratif dalam fase pascaperang. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip-prinsip modern dalam studi perdamaian, yang menekankan keterpaduan antara keamanan, tata kelola, dan pembangunan. Namun, efektivitas Board of Peace tetap akan diuji oleh dinamika politik, kondisi keamanan di lapangan, serta kemampuan memenuhi kebutuhan nyata masyarakat Gaza.