IKNPOS.ID – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentuk sebuah badan internasional bernama Board of Peace sebagai bagian dari rencana besar untuk mengakhiri konflik Israel dan Hamas serta mengelola masa depan Jalur Gaza. Pembentukan dewan ini diumumkan Gedung Putih sebagai elemen kunci dari rencana perdamaian bertahap yang telah memasuki fase lanjutan sejak gencatan senjata diberlakukan.
Board of Peace dirancang untuk menjalankan fungsi pengawasan sementara atas Gaza, terutama dalam aspek rekonstruksi fisik, stabilitas keamanan, dan koordinasi tata kelola pascaperang. Langkah ini muncul di tengah ketidakpastian masa depan Gaza dan kondisi kemanusiaan yang masih memprihatinkan bagi sekitar 2,1 juta penduduk wilayah tersebut.
Susunan Dewan dan Peran Strategis
Presiden Trump bertindak sebagai ketua Board of Peace. Beberapa tokoh internasional ditunjuk sebagai anggota pendiri, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan mantan Perdana Menteri Inggris Sir Tony Blair. Selain itu, terdapat nama Steve Witkoff sebagai utusan Timur Tengah, Jared Kushner, kepala perusahaan investasi Marc Rowan, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta penasihat keamanan nasional AS Robert Gabriel.
Setiap anggota dewan disebut memiliki portofolio khusus yang dianggap penting bagi stabilisasi dan keberhasilan jangka panjang Gaza. Struktur ini menunjukkan bahwa Board of Peace tidak hanya bersifat simbolik, tetapi dirancang sebagai badan kerja yang menggabungkan aspek diplomasi, ekonomi, dan keamanan.
Keterlibatan Tony Blair menarik perhatian karena rekam jejaknya dalam isu Timur Tengah. Setelah tidak lagi menjabat sebagai perdana menteri Inggris, Blair pernah menjadi utusan khusus Timur Tengah untuk Quartet internasional. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan penunjukannya dalam dewan ini.
Hubungan dengan Pemerintahan Palestina di Gaza
Pembentukan Board of Peace berjalan paralel dengan dibentuknya National Committee for the Administration of Gaza, sebuah komite teknokratis Palestina yang bertugas menangani pemerintahan sehari-hari di Gaza pascaperang. Komite ini dipimpin oleh Ali Shaath, mantan pejabat Otoritas Palestina.
Dalam skema ini, Board of Peace berfungsi sebagai pengawas dan koordinator internasional, sementara komite teknokratis Palestina menjalankan administrasi lokal. Model ini mencerminkan pendekatan transisi yang sering digunakan dalam wilayah pascakonflik, di mana peran internasional dan lokal saling melengkapi.
Nickolay Mladenov, mantan utusan PBB untuk Timur Tengah, ditunjuk sebagai perwakilan Board of Peace di lapangan. Ia bertugas menjembatani koordinasi antara dewan internasional dan pemerintahan teknokratis Palestina di Gaza.







