Home Catatan Dahlan Iskan Transformasi Ngambek
Catatan Dahlan Iskan

Transformasi Ngambek

Share
Transformasi Ngambek
Transformasi Ngambek
Share

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

APLIKASI HWW: TANPA DINDING, TAPI JANGAN TANPA NALAR.. Aplikasinya menarik. Bahkan berani. Dibuat dokter, untuk pasien, dengan alur berpikir medis, bukan alur pikir admin proyek. Itu sudah nilai plus. Prosesnya juga masuk akal: bukan tender asal jadi, tapi kolaborasi dokter–engineer. Algoritma dulu, koding belakangan. Jarang terjadi di negeri form dan SPJ. Menu dan alurnya relatif rapi. Dari keluhan, dipersempit, disaring, lalu disimpulkan. Seperti anamnesis manual, tapi dipaksa disiplin. Pasien diajak berpikir, bukan panik. IGD jadi benar-benar darurat. Yang ringan selesai di rumah. Yang berat ditangani spesialis. Itu esensi HWW. Bisa dinasionalkan? Bisa. Tapi jangan naif. Bukan sekadar copy aplikasi. Harus copy cara berpikir. Tanpa kepemimpinan yang kuat, aplikasi bisa berubah jadi etalase. Indah, tapi kosong. Apalagi kalau mulai “titip menu”. Saran kecil. Pertama, standar nasional algoritma medis, tapi fleksibel lokal. Kedua, audit klinis rutin, bukan hanya audit IT. Ketiga, edukasi publik terus-menerus. Aplikasi pintar akan percuma kalau dipakai dengan cara bodoh. HWW itu bukan soal teknologi. Itu soal keberanian mengurangi ego. Dan itu justru yang paling mahal.

Hendri Ma’ruf

Di tulisan pak Dahlan di penghujung tahun 2025, saya mencatat nama Kaharuddin Djenot sebagai salah satu contoh kesesuaian antara kemampuan pemimpin dengan konteks PT PAL yang sedang dihadapi. Dalam istilah bahasa Inggrisnya dinamai Leader-Context Knowledge Fit. Entah ide siapa yang mendorong penempatan pak Kaharuddin Djenot sebagai Dirut PT PAL. Dan hari ini kita melihat karya monumental (biarpun skalanya dianggap belum besar). Hari ini kita disuguhi berita oleh pak Dahlan Iskan tentang pengangkatan Dr dr Supriyanto sebagai Dirut RSCM Jakarta. Lagi-lagi ini adalah contoh LCKF lagi. Saya senang dan bersyukur bahwa ada orang-orang hebat yang mumpuni yang ditempatkan pada organisasi yang sedang membutuhkan. (Btw, LCKF itu adalah istilah yang saya ciptakan untuk sebuah keperluan tulisan.)

Share
Related Articles
Singapura Gagal
Catatan Dahlan Iskan

Singapura Gagal

Oleh: Dahlan Iskan Setiap kali ke Suzhou tidak pernah lagi bermalam di...

Tamparan Mojtaba
Catatan Dahlan Iskan

Tamparan Mojtaba

Oleh: Dahlan Iskan Yang terlibat perang IsAm-Iran, yang hancur perasaan kita semua....

Fir'aun Baik
Catatan Dahlan Iskan

Fir’aun Baik

Oleh: Dahlan Iskan Fir'aun yang ke 18 lah yang mumminya paling banyak...

Catatan Dahlan Iskan

Tol Tentara

Oleh: Dahlan Iskan Yang paling saya kagumi selama di Mesir adalah jalan...