sigit
Ada apa dengan negeri Q?… Mengapa keberkahan dicabut satu persatu. Tanpa pandang bulu. Mendepak yang bermutu tanpa malu. Hanya demi sesuatu yang tak perlu. Bila uang yang berbicara melulu maka bencana tidaklah berlalu, Satu persatu yang terbaik dipaksa mundur dulu, dibuang dan dikubur agar tidak mengganggu, demi harta dan bibir bergincu. Doa doa terbaik terpanjatkan selalu buat negeri Q, tapi terhalang oleh tikus tikus dibelakang meja dan palu, demi kertas bergambar ratusan ribu yang siap diburu. Rahmat Tuhan seakan berhenti melihat itu.
Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺
DISMorning – 22 JANUARI 2026.. Pagi ini host-nya Pak Suko. Elni absen. Tidak dijelaskan. Tidak perlu juga. Acara tetap jalan. Topiknya Sekolah Rakyat. Programnya Mensos Gus Ipul. Sudah 166 SR diresmikan. Dua puluh enam di Jawa Timur. Angka yang bikin optimistis, sekaligus bikin curiga: benar sasaran atau sekadar rapi laporan. Pak Suko bercerita. Ia sudah keliling SR. Salah satunya di Sidoarjo. Yang paling menarik katanya kurikulum. Tapi Pak Dahlan justru menggeser fokus. Pertanyaan klasik tapi krusial: betulkah murid SR itu yang termiskin dari yang miskin. Kalau calon lebih banyak dari kuota, siapa yang dipilih. Harusnya diranking dari tingkat kemiskinan. Tanpa tes. Karena tes sering menguji yang pintar, bukan yang paling butuh. Pak Suko menjawab, seleksi sudah begitu. Bahkan sampai dijemput. Ini menarik. Dijemput artinya aktif. Bukan menunggu proposal. Bukan lomba cepat-cepatan. Soal kurikulum, Pak Dahlan rendah hati. Bukan ahlinya. Tapi pesannya tajam: SR harus memotong generasi. Memutus siklus lama. Salah satunya dengan merantau. Lingkungan lama sering lebih kuat dari niat baik. Kalau anak Magetan sekolah di Sidoarjo, itu bagus. Entah kebetulan atau desain. Tapi arah pikirnya benar. Kemiskinan tidak selesai dengan bansos. Kata Pak Dahlan, harus pendidikan. Diasramakan. Lama. Tidak instan. Tapi beradab. Diskusi ditutup dengan pengusaha. Pendidikan bisa melahirkan pekerja. Pengusaha lahir dari jatuh bangun. Dari luka. Itu kurikulum paling mahal.