Home Catatan Dahlan Iskan Transformasi Ngambek
Catatan Dahlan Iskan

Transformasi Ngambek

Share
Transformasi Ngambek
Transformasi Ngambek
Share

Bahtiar HS

Bicara aplikasi di RS Iskak Tulungagung dikerjakan anak IT dari ITS, insya Allah itu adalah kakak kelas 2 angkatan di atas saya. Saya kenal dengan orangnya, karena pernah satu company beberapa tahun. Pernah satu kos: nginap di kantor. Khas anak mahasiswa, cari kos gratisan sambil kerja. Orangnya tinggi. Lebih dari 170 cm. Berkumis. Olah raga paling disukai: sepak bola. Kalau mengendarai mobil suka tidak mengurangi kecepatan pas di tikungan. Kalau saya disopiri dia, lebih baik naik mobil lain. Kalau ada. Atau asal dia bukan yang nyetir. Maunya istirahat di mobil, jadinya malah stress. Pernah disopiri dari Jakarta ke Surabaya lewat pantura. Bisa dibayangkan stressnya saya. Pernah naik jembatan yang sedikit ada gundukan di ujungnya digas saja. Mobil seperti melompat sejenak. Dia ketawa-tawa. Saya yang senep. Saya pernah diminta membantu buat proposal untuk memperluas pemasaran produk RS-nya itu. Tp belum berjodoh. Krn sy sdh bekerja di company lain. Beliau mendirikan perush sendiri. Kalau nggak salah, aplikasinya itu pernah dipakai juga di perhelatan MotoGP di Mandalika. Itu kalau benar yang dimaksud kakak kelas angkatan di ITS itu. Yang anak Informatika itu. Yang angkatan 87 itu. Yang kampung halamannya Tulungagung itu. Tp tinggal di Surabaya, sak wetane UPN itu. Kalau ternyata lain, ya berarti bukan yang saya kenal itu.

Echa Yeni

Suskezmaz,eh “Puskesmas tidak boleh bangga didatangi bnyak masyarakat” Hmm,noted banggett. Pengalaman kreja hmpir 2th di Puskemas dibagian terdepan(dan terluar/ diluar sistim kesehatan tpi tetap saja juga bagian pelayanan_meski narik bayaran 2euan) Jdi isa membayangkan maksut Pak dr.Supriyanto. dulu pas bangunan diperbarui & di+bangunan tingkat, seolah membayangkan, *omah/bangunan kok apik emen,kapan ikut nempatin!?!?,lah kan berarti spti ingin saqit.blom lagi 1 wilayah kecamatan yg berkembang malah yg skitaran

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

##pak Juve.. MBG: ANTARA NIAT MULIA DAN PEKERJAAN RUMIT MBG, Makan Bergizi Gratis, niatnya baik. Sangat baik. Negara hadir sejak pagi. Dari perut anak sekolah. Logikanya jelas. Anak kenyang lebih mudah belajar. Gizi baik, SDM naik kelas. Masalahnya, MBG bukan sekadar bagi-bagi nasi. Ini program logistik nasional. Setiap hari. Tanpa libur. Skala besar. Kalau salah desain, yang gratis bisa jadi mubazir. Yang bergizi bisa jadi basi. Tantangan nya: 1). Pertama: sasaran. Siapa yang benar-benar perlu. Jangan sampai yang sudah kenyang ikut antre. Data menjadi kunci. Bukan spanduk. Bukan seremoni. 2). Kedua: kualitas. Bergizi itu bukan sekadar kenyang. Protein, vitamin, variasi menu. Ini urusan ilmu gizi, bukan sekadar katering. Kalau salah, malah menambah masalah kesehatan baru. 3). Ketiga: rantai pasok. Dapur. Distribusi. Keamanan pangan. Satu titik gagal, efeknya ke mana-mana. Negara harus kuat di manajemen, bukan hanya anggaran. 4). Keempat: dampak ekonomi lokal. Idealnya MBG menyerap petani, nelayan, UMKM setempat. Kalau semua diserahkan ke vendor besar, tujuan gandanya hilang. MBG bisa jadi investasi jangka panjang. Tapi hanya kalau dikelola dengan kepala dingin. Program sosial itu bukan lomba cepat. Yang penting konsisten, tepat sasaran, dan bisa diaudit. Niat baik saja tidak cukup. Di negara besar, niat baik harus tahan uji lapangan.

Share
Related Articles
Singapura Gagal
Catatan Dahlan Iskan

Singapura Gagal

Oleh: Dahlan Iskan Setiap kali ke Suzhou tidak pernah lagi bermalam di...

Tamparan Mojtaba
Catatan Dahlan Iskan

Tamparan Mojtaba

Oleh: Dahlan Iskan Yang terlibat perang IsAm-Iran, yang hancur perasaan kita semua....

Fir'aun Baik
Catatan Dahlan Iskan

Fir’aun Baik

Oleh: Dahlan Iskan Fir'aun yang ke 18 lah yang mumminya paling banyak...

Catatan Dahlan Iskan

Tol Tentara

Oleh: Dahlan Iskan Yang paling saya kagumi selama di Mesir adalah jalan...